Kompas.com - 10/06/2021, 10:32 WIB
Menerima kelemahan diri bisa membuat kita lebih bahagia dan menjadi pribadi yang lebih baik. PEXELS/ARTEM BELIAIKINMenerima kelemahan diri bisa membuat kita lebih bahagia dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Editor Wisnubrata

Oleh karena itu, Pemerintah Jepang menunjuk Tetsushi Sakamoto menjadi menteri yang mengurusi cara warga mengatasi kesepian.

Selain itu, Jepang memasukkan kembali dalam kurikulum sekolah tentang pendidikan kesehatan mental untuk pelajar SMA.

Pendidikan ini sempat dihapus pada tahun 1982. Dalam pelajaran tersebut diajarkan tentang penyakit jiwa dan penyembuhannya.

Baca juga: 5 Hal Sederhana yang Bikin Kesehatan Mental Lebih Baik

Gejala dini

Membicarakan tentang fenomena bunuh diri, saya jadi teringat dengan Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf atau akrab disapa Noriyu.

Ia telah menulis buku berjudul Jelajah Jiwa, Hapus Stigma. Buku ini meneliti tentang kasus bunuh diri dua pelukis asal Yogyakarta. Selama ini sangat jarang buku yang bertema tentang bunuh diri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Noriyu sendiri sepanjang tahun 2020 hingga saat ini aktif dalam webinar yang khusus membahas fenomena bunuh diri dan kesehatan mental.

Dalam sebuah artikel Noriyu yang dimuat Kompas pada 2019 lalu, Noriyu telah mengamati bunuh diri kaum pelajar (baca: SMA) di Indonesia. Di situ disampaikan bahwa ada beberapa instrumen yang dapat memprediksi seseorang berniat bunuh diri.

Instrumen ketahanan mental tersebut yaitu dimensi belongingness (perasaan menjadi bagian dari sesuatu), loneliness (kesepian), hopelessness ( ketidakberdayaan), dan burdensomeness (perasaan menjadi beban).

Apabila faktor-faktor ini melekat pada seseorang, maka diprediksi akan memicu niat bunuh diri.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.