Kompas.com - 11/06/2021, 05:05 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Lemak selama ini menjadi penyebab utama berat badan kita bertambah.

Padahal, sudah banyak penelitian yang menyebutkan konsumsi lemak berlebihan bisa berdampak negatif terhadap kesehatan kita.

Apabila kita mengalami kelebihan lemak, terutama di sekitar jantung (disebut lemak perikardial), maka risiko mengalami gagal jantung akan meningkat sebanyak dua kali lipat.

Orang yang tidak memiliki kelebihan berat badan atau obesitas bahkan dapat memiliki jenis lemak ini.

Fakta itu diperoleh dari hasil studi yang dimuat ke Journal of American College of Cardiology.

Studi tersebut dilakukan oleh para peneliti dari Icahn School of Medicine Mount Sinai, Wake Forest School of Medicine, dan beberapa universitas lain.

Peneliti mengamati data dari 6.785 pria dan wanita berusia lanjut selama rentang waktu 16 tahun.

Mereka membandingkan tingkat lemak di sekitar jantung partisipan dan kemungkinan partisipan terkena gagal jantung.

Hasilnya, jumlah lemak perikardial atau jaringan lemak di sekitar jantung yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko gagal jantung yang juga tinggi.

Wanita yang memiliki lemak perikardial dalam jumlah tinggi berpotensi mengembangkan gagal jantung dua kali lipat.

Halaman:
Sumber MSN


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.