Kompas.com - 11/06/2021, 14:33 WIB
Ilustrasi boikot Shutterstock.comIlustrasi boikot

Bagaimana Kita Menyikapi Karya Pelaku Kekerasan Seksual?

Pelaku kekerasan seksual, khususnya publik figur, yang terekspos biasanya akan mendapatkan hukuman sosial berupa pemboikotan atas karyanya. Misalnya seperti yang dialami oleh Kevin Spacey, aktor Hollywood sekaligus pelaku sejumlah kasus penyerangan seksual di Amerika Serikat.

Hal ini terjadi setelah gelombang gerakan #MeToo di Hollywood yang melibatkan sejumlah nama terkenal sebagai korban maupun pelakunya.

Untuk alasan ini pula biasanya sejumlah brand langsung mencopot tokoh yang tersandung isu pelecehan seksual. Misalnya ketika Lawless mendepak Gofar Hilman setelah tuduhan pelecehan merebak.

Baca juga: Gofar Hilman Dituding Lakukan Pelecehan Seksual dan Berujung Didepak dari Lawless

Sayangnya, seringkali tidak mudah bagi kita untuk melakukan pemboikotan tersebut karena berbagai alasan. Misalnya sulit menolak menonton hasil produksi Harvey Weinstein meski harus diakui filmnya memiliki jalan cerita dan kualitas yang bagus.

Terlebih lagi ia telah memproduksi ratusan film Hollywood sehingga agak sulit untuk melewatkannya.

Candice Delmas, akademisi dari Northeastern University, Massachusets mengatakan dilema ini memang banyak dialami orang-orang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk mengetahui mana sikap yang tepat, ia menyarankan untuk mempertimbangkan dua hal. Pertama adalah apakah kita harus terus mengkonsumsi karya tersebut, sambil secara moral mengutuk perilaku penulisnya.

Baca juga: Orang Dekat Jadi Korban Pelecehan Seksual, Bagaimana Menanggapinya?

"Pertimbangan yang lainnya adalah apakah kutukan moral terhadap orang tersebut harus memengaruhi penilaian kita terhadap pekerjaan mereka,” terangnya.

Ia yakin ada alasan kuat untuk melakukan pemboikotan karya pelaku kekerasan seksual. Misalnya saja sebagai hukuman sosial dan kecaman moral atas pelaku, menjauhkan diri dari pekerjaannya, dan berpotensi memastikan kita tidak berkontribusi pada kesuksesan finansialnya.

Meski tujuannya tidak sebesar itu, ia yakin banyak dari kita yang bertujuan baik untuk melakukannya karena rasa empati pada korban. Sayangnya, Delmas menambahkan, betapa sedikit yang tersisa bagi kita untuk menikmati sesuatu tanpa rasa bersalah.

Baca juga: Pelecehan Seksual di Konser Musik, Tersembunyi tapi Wajib Diwaspadai

Halaman:


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X