Kompas.com - 11/06/2021, 15:29 WIB
Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 Astra Zeneca dosis pertama kepada seorang pelaku ekonomi kreatif di Sentra Vaksinasi Central Park dan Neo Soho Mall, Jakarta Barat, Selasa (8/6/2021). Kemenparekraf membuka program vaksinasi Covid-19 bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di area Jakarta yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 11 Juni 2021. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGVaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 Astra Zeneca dosis pertama kepada seorang pelaku ekonomi kreatif di Sentra Vaksinasi Central Park dan Neo Soho Mall, Jakarta Barat, Selasa (8/6/2021). Kemenparekraf membuka program vaksinasi Covid-19 bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di area Jakarta yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 11 Juni 2021.
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Satu studi terbaru menemukan dampak negatif dari infeksi Covid-19 yang diderita seseorang.

Hasil studi tersebut menunjukkan, virus corona dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk pneumonia dan diabetes.

Virus corona dapat menginfeksi dan menghancurkan sel-sel tertentu yang penting di tubuh kita yang berfungsi mencegah penyakit diabetes.

Mendapat pemahaman itu, para peneliti kini berusaha mencari cara terbaik agar risiko diabetes dapat dicegah pada pasien Covid-19.

"Ada perbedaan antara diabetes tipe 1 dan tipe 2," kata Dr Jennifer Ashton, kepala koresponden medis ABC News dan ahli obstetri dan ginekologi. 

"Pada diabetes tipe 1, tubuh tidak menghasilkan insulin dalam jumlah memadai. Lalu pada diabetes tipe 2, jumlah insulin memadai tetapi tidak bekerja dengan baik."

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Insulin menyebabkan sel-sel di tubuh mengambil gula dalam darah, sehingga penurunan produksi insulin atau resistensi insulin mengakibatkan tingginya kadar gula atau glukosa dalam darah.

Tingkat glukosa yang atau disebut hiperglikemia adalah ciri utama dari penyakit diabetes.

"Studi laboratorium sebelumnya menunjukkan virus Covid-19 dapat menginfeksi sel beta manusia," sebut Dr. Francis Collins, direktur di National Institutes of Health.

"Virus dapat bereplikasi dalam sel beta penghasil insulin ini untuk membuat lebih banyak salinan dan menyebar ke sel lain."

Baca juga: Pengidap Asma Terinfeksi Covid-19, Apa yang Harus Dilakukan?

Halaman:


Sumber yahoo.com
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X