Kompas.com - 11/06/2021, 17:54 WIB
Ilustrasi gantung diri. SHUTTERSTOCKIlustrasi gantung diri.

KOMPAS.com - Perundungan (bullying) membawa dampak negatif yang besar pada perkembangan diri remaja. Efek tersebut bahkan bisa terbawa sampai dewasa.

Perundungan lebih dari sekadar ejekan dan itu dapat dipandang sebagai risiko yang mengganggu kesehatan maupun kesejahteraan secara serius.

Sebab, apabila dilakukan terus-menerus, perundungan tidak hanya dapat merusak kesehatan mental seseorang, tetapi juga menyebabkan perilaku menyakiti diri sendiri atau self-harm hingga bunuh diri.

Kendati begitu, menurut penelitian dari James Cook University dan University of Queensland risiko bunuh diri itu lebih tinggi jika mereka sudah memiliki faktor gaya hidup tertentu.

Baca juga: Stres Belajar Online Picu Remaja Bunuh Diri, Apa Komentar Psikolog?

Dengan melanjutkan studi dan riset yang sudah ada sebelumnya, para ahli dapat melihat lebih dekat efek perundungan yang hasilnya dapat membantu membimbing orangtua maupun ahli medis untuk merawat korban perundungan secara tepat.

Salah satu peneliti Dr Yaqoot Fatima mengatakan bahwa studi ini melibatkan lebih dari 280.000 siswa berusia antara 13 dan 17 tahun dari 90 negara.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, bunuh diri adalah penyebab utama kematian remaja yang mendapatkan perundungan.

"Remaja yang dibully dua kali lebih mungkin untuk memikirkan dan merencanakan bunuh diri dibandingkan dengan remaja yang tidak dibully," terangnya.

Baca juga: Mayoritas Pelaku Perundungan Anak adalah Temannya

Sementara itu, berdasarkan laporan Medical Xpress, diketahui ada banyak faktor yang berperan dalam menghubungkan perundungan dengan potensi bunuh diri.

Faktor tersebut mencakup tiga gaya gaya hidup yang berkontribusi pada risiko bunuh diri yakni kesepian, gangguan tidur, dan konsumsi alkohol.

Ketiga faktor ini berperan penting dalam empat sampai sembilan persen kasus bunuh diri pada remaja yang mengalami perundungan.

Masalahnya, semua faktor ini adalah bagian dari sebuah siklus yang saling berhubungan satu sama lain.

Misalnya, kesepian dapat menyebabkan remaja mengalami masalah tidur dan membuat mereka mengonsumsi alkohol untuk mengatasinya.

Jadi, sangat penting bagi orangtua maupun tenaga medis profesional untuk mengetahui faktor-faktor ini dan dapat melakukan intervensi dengan cara yang lebih efisien sebelum terlambat.

Baca juga: Ajari 5 Sikap Tegas Ini kepada Anak agar Tak Jadi Korban Bullying



Sumber Moms
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X