Kompas.com - 15/06/2021, 13:15 WIB
Foto dirilis Minggu (9/2/2020), memperlihatkan warga Desa Adat Kelaci mengusung gebogan atau sesajen berisi janur, kue dan buah dalam ritual adat peringatan Hari Puputan Margarana di di Kabupaten Tabanan, Bali. Warga Desa Kelaci, Kabupaten Tabanan, rutin menggelar ritual adat memperingati pertempuran 20 November 1946 yang dikenal dengan perang Puputan Margarana, sekaligus mengenang perjuangan I Gusti Ngurah Rai. ANTARA FOTO/NYOMAN HENDRA WIBOWOFoto dirilis Minggu (9/2/2020), memperlihatkan warga Desa Adat Kelaci mengusung gebogan atau sesajen berisi janur, kue dan buah dalam ritual adat peringatan Hari Puputan Margarana di di Kabupaten Tabanan, Bali. Warga Desa Kelaci, Kabupaten Tabanan, rutin menggelar ritual adat memperingati pertempuran 20 November 1946 yang dikenal dengan perang Puputan Margarana, sekaligus mengenang perjuangan I Gusti Ngurah Rai.

KOMPAS.com – Beda negara, berbeda pula budaya dan juga nilai-nilai hidup yang dianggap penting bagi individu. Di Indonesia, setidaknya ada 10 nilai pribadi yang dianggap terpenting dengan tanggung jawab berada di urutan pertama.

Demikian menurut hasil survei Nilai Kebangsaan (Nenilai), sebuah gerakan inisiatif dari 5 penggagas Indonesia yang terdiri dari Bappenas, Indika Energy, Dayalima Abisatya, Pantarei, dan Stoik Trisula.

Survei ini dilakukan kepada lebih dari 50.000 responden berusia mulai dari 15 tahun dan dilakukan pada 2 Juli – 31 Desember 2020.

Hasil survei juga menunjukkan, nilai-nilai budaya yang saat ini dianggap paling penting adalah gotong royong, sedangkan nilai budaya yang diharapkan oleh masyarakat Indonesia adalah keadilan.

Baca juga: Hari Kebangkitan Nasional, Jokowi: Gotong Royong untuk Bangkit Lawan Pandemi

Dalam pengukuran survei, Nenilai menggunakan metodologi Tujuh Jenjang Pendewasaan dari Richard Barret yang juga mendasari pelaksanaan National Value Assessment di seluruh dunia.

Survei serupa telah dilakukan di sedikitnya 25 negara mencakup Amerika Selatan, Eropa, Asia, Afrika, dan Australia, baik dijalankan oleh pemerintah atau pun gerakan independen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasil dari survei Nenila ini kemudian dikomunikasikan kepada publik sebagai pencapaian sosial dan menjadi basis untuk pembangungan berkelanjutan.

Dalam survei, setiap responden diminta menjawab 10 dari sekitar 60-70 pilihan kata yang menggambarkan nilai perilaku atau prinsip hidup yang paling mencerminkan diri sendiri, Current National Value yang merupakan nilai perilaku atau prinsip hidup yang ada, serta Desired National Culture Values tentang 10 nilai yang penting bagi Indonesia untuk mencapai potensi tertinggi.

Baca juga: Integritas, Kata yang Selalu Diajarkan Artidjo Alkostar kepada Para Muridnya

Narasumber Dialog Nasional PANCASILA-IS-ME: Nilai-Nilai Pancasila Untuk Indonesia Maju dan Bahagia?, Yudi Latif, MA. PhD. - Pakar Aliansi Kebangsaan (kiri atas), Ayu Kartika Dewi, Staf Khusus Presiden RI dan Co-Founder SabangMerauke (tengah atas),  Irene Camelyn Sinaga, AP., M.Pd. - Direktur Pembudayaan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia  (kanan atas), Philips Vermonte, Ph.D. - Executive Director Center for Strategic and International Studies (kiri bawah), dan Mas Keenan Pearce - Managing Director Stoik Trisula (tengah bawah), dan Dr. Vivi Yulaswati, MSc - Staf Ahli Menteri PPN Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Bappenas (kanan bawah). Dok Nenilai Narasumber Dialog Nasional PANCASILA-IS-ME: Nilai-Nilai Pancasila Untuk Indonesia Maju dan Bahagia?, Yudi Latif, MA. PhD. - Pakar Aliansi Kebangsaan (kiri atas), Ayu Kartika Dewi, Staf Khusus Presiden RI dan Co-Founder SabangMerauke (tengah atas), Irene Camelyn Sinaga, AP., M.Pd. - Direktur Pembudayaan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (kanan atas), Philips Vermonte, Ph.D. - Executive Director Center for Strategic and International Studies (kiri bawah), dan Mas Keenan Pearce - Managing Director Stoik Trisula (tengah bawah), dan Dr. Vivi Yulaswati, MSc - Staf Ahli Menteri PPN Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Bappenas (kanan bawah).

Hasil survei Nenilai 2020 tentang nilai-nilai pribadi terpenting orang Indonesia adalah:

  • Bertanggung jawab 51 persen
  • Hidup sederhana 38 persen
  • Dipercaya Memperpercayai 36 persen
  • Adil/Keadilan 35 persen
  • Disiplin 30 persen
  • Ikhlas 29 persen
  • Humor/Hal yang menyenangkan 28 persen
  • Integritas/Kejujuran 27 persen
  • Menghormati orangtua 27 persen
  • Antusias/bersemangat 27 persen

Baca juga: Hubungan yang Bahagia Memiliki Nilai-nilai Utama Ini

Jadi bahan pertimbangan

Nenilai sendiri bisa dijadikan salah satu alat untuk memonitor pemenuhan nilai, tingkat kebahagiaan, pemahaman atas diri sendiri, tingkat kematangan, serta kualitas hidup masyarakat.

Hasil survei ini juga bisa dipakai sebagai masukan untuk berbagai pihak, termasuk pemerintah, dalam perencanaan pembangunan.

“Lewat survei ini kami dapat mengetahui nilai-nilai yang dianggap penting, kemudian bisa diformulasikan menjadi sebuah program yang sejalan dengan tujuan dan fungsi Bappenas,” kata Staf Ahli Menteri PPN Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan, Bapennas, Dr.Vivi Yulaswati.

Nenilai tahun ini mengusung tema “Suara Masa Depan”, gerakan untuk menampung aspirasi dan membangun optimistme masyarakat Indonesia. Gerakan ini diharapkan mentransformasikan nilai-nilai masrayakat serta mewadahi harapan tiap individu dan komunitas demi Indonesia yang lebih maju.

Baca juga: Bagaimana Mengajarkan Kejujuran Pada Anak?

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X