Kompas.com - 16/06/2021, 14:55 WIB
Ilustrasi PIXABAYIlustrasi

KOMPAS.com - Kebiasaan menikmati comfort food memang menenangkan, namun bukannya tanpa risiko. Jika tak terkontrol, aktivitas yang dimaksudkan menghilangkan stres ini malah bisa menyebabkan beban pikiran baru.

Setiap orang punya makanan favoritnya masing-masing ketika butuh pelarian dari masalah yang dihadapinya.

Kecenderungannya, makanan ini memiliki kadar lemak, kalori dan gula yang cukup tinggi sehingga buruk untuk kesehatan jika berlebihan.

Makanan tersebut memang lezat dan punya efek yang positif pada suasana hati kita. Sayangnya, dampaknya pada kenaikan berat badan juga tak bisa dipungkiri.

Baca juga: Mengapa Kita Membutuhkan Comfort Food Saat Sedang Stres?

Survei yang dilakukan Web MD pada pembacanya menyebutkan, hampir setengah dari wanita dan hampir seperempat dari pria yang menjadi objeknya mengatakan bahwa berat badan mereka bertambah selama pandemi.

Untuk menghindari masalah di kemudian hari, Lesley Rennis, Ketua Departemen Pendidikan Kesehatan City University of New York mengatakan kita bisa mengendalikan dampak stres pada pola makan yang dijalani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Memang ada sejumlah kandungan yang terbukti memberikan efek menenangkan pada suasana hati. Namun cobalah untuk mencari alternatif yang lebih sehat dan bernutrisi.

“Fokus pada karbohidrat kompleks yang diproses minimal dan karbohidrat tinggi serat yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan mencegah fluktuasi gula darah,” katanya.

Baca juga: Catat, 12 Makanan Tinggi Karbohidrat yang Menyehatkan bagi Tubuh

Dibandingkan tepung, alternatif yang lebih baik seperti ubi jalar, lobak, kacang-kacangan dan buncis.

Koleganya, Profesor Pendidikan Kesehatan Jason Bravo menganjurkan membuat sendiri comfort food favorit dengan bahan-bahan yang tersedia di rumah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.