Kompas.com - 17/06/2021, 15:22 WIB
Ilustrasi kosmetik SHUTTERSTOCK/AFRICA STUDIOIlustrasi kosmetik
|
Editor Wisnubrata

Zat PFAS yang ditemukan termasuk beberapa PFAS yang bisa terurai menjadi bahan kimia lain, yang sangat beracun dan berbahaya bagi lingkungan.

"Sangat memprihatinkan beberapa produk yang kami uji menggunakan bahan PFAS namun perusahaan tidak mencantumkan bahan-bahan tersebut pada kemasan," ujar Bruton.

"Saya rasa sangat penting bagi konsumen untuk membaca label, tetapi selain itu tidak banyak cara yang bisa dilakukan konsumen untuk menyelesaikan masalah ini."

"Kami pikir industri perlu lebih proaktif untuk menjauh dari kelompok bahan kimia tersebut," sambung dia.

Sebuah studi serupa yang dilakukan pada tahun 2018 oleh Danish Environmental Protection Agency menemukan tingkat PFAS yang tinggi pada hampir sepertiga dari produk kosmetik yang diuji.

Tubuh kita juga dapat terpapar PFAS jika mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Baca juga: Waspada, Kandungan Beracun dalam Cat Kuku

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.