KILAS

Minim Edukasi, Ini yang Seharusnya Dilakukan Remaja Putri Saat Menstruasi Pertama Kali

Kompas.com - 18/06/2021, 09:23 WIB
Ilustrasi sel darah merah berbentuk bulan sabit yang menyebabkan anemia. Penyebab anemia sebagian besar adalah karena kekurangan zat besi. NIHIlustrasi sel darah merah berbentuk bulan sabit yang menyebabkan anemia. Penyebab anemia sebagian besar adalah karena kekurangan zat besi.

Sebagaimana diketahui, menstruasi kerap kali menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti kram perut, nyeri pada payudara, sakit kepala, perut kembung, dan jerawat, serta terganggunya pola tidur dan perubahan suasana hati. Gejala tersebut merupakan hal yang normal.

Namun, saat gejala-gejala tersebut tak tertahankan, tak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke dokter. Pasalnya, hal tersebut bisa menjadi gejala awal penyakit lain.

Selain gejala-gejala tersebut, remaja putri juga rentan terkena anemia jika volume darah yang keluar terlalu banyak.

Baca juga: Kenapa Remaja Putri Lebih Rentan Alami Anemia?

Data Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyebutkan, sebesar 53,7 persen remaja putri di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, terkena anemia.

Hal senada juga diungkapkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013. Riset ini menemukan bahwa 22,7 persen remaja putri Indonesia mengalami anemia akibat kekurangan zat besi. Hal ini erat kaitannya dengan siklus menstruasi yang dialami setiap bulan.

Sebagai informasi, anemia merupakan kondisi ketika jumlah sel darah merah di dalam tubuh terlalu rendah. Penyakit anemia diukur berdasarkan jumlah hemoglobin, yakni protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh sebab itu, saat jumlah sel darah merah berkurang, kadar oksigen dalam darah pun menurun. Efeknya, tubuh akan terasa lelah dan lemas.

Pada jangka panjang, anemia berisiko membuat pertumbuhan tidak maksimal serta tubuh mudah lelah, sakit, dan rentan keracunan.

Baca juga: Duh, Dampak Anemia pada Remaja Putri Bikin Ngeri

Selain itu, anemia juga dapat mengganggu fungsi kognitif sehingga mengganggu aktivitas dan produktivitas.

Saat remaja putri beranjak dewasa dan memasuki masa kehamilan, anemia bisa berdampak buruk bagi kandungan, seperti mengakibatkan berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, dan kematian janin.

Halaman:
Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.