Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Catat, 5 Tips Mengatur Keuangan Selama Work from Bali

Kompas.com - 18/06/2021, 14:33 WIB
Nabilla Tashandra

Editor

KOMPAS.com - Program work from Bali (WFB) menjadi salah satu upaya pemerintah untuk membangkitkan kembali geliat industri pariwisata Bali yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Bali selama ini identik dengan tujuan wisata. Jika bekerja dari Bali, tentu kita tak bisa menghamburkan uang seperti saat berwisata, bukan?

Penting untuk tetap mengatur keuangan kita sebaik mungkin jika ingin ikut menerapkan WFB.

Raymond Chin, CEO Ternak Uang, aplikasi pendidikan tentang keuangan, memberikan sejumlah tips mengatur keuangan selama work from Bali, di antaranya:

1. Mengalokasikan anggaran

Penting untuk tetap mengalokasikan anggaran secara khusus ketika memutuskan untuk WFB.

Kita dapat mengalokasikan anggaran menggunakan formula 50/30/20 yang dipopulerkan oleh senator Amerika Serikat sekaligus penulis buku All Your Worth: The Ultimate Lifetime Money Plan, Elizabeth Warren.

Formula ini mengajarkan untuk membagi seluruh pemasukan ke dalam beberapa sektor, yaitu 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk investasi.

Dalam konteks WFB, kita bisa mengalomasikan 50 persen anggaran untuk pengeluaran kebutuhan pokok seperti sewa hotel, biaya transportasi, hingga biaya kebutuhan makan selama di Bali.

Dengan begitu, uang kita tak akan habis untuk keinginan seperti berbelanja dan nongkrong, atau pengeluaran ekstra lainnya.

Baca juga: Tertarik Ikut Tren Work From Bali? Persiapkan Dulu 4 Hal Berikut

2. Menabung di awal

Setelah mengalokasikan 50 persen anggaran untuk kebutuhan pokok, pastikan kita menyisihkan 20 persen pendapatan untuk tabungan atau investasi.

Sisihkan dana ini sejak awal agar segala kebutuhan di masa depan tetap terpenuhi dan tidak habis di masa sekarang.

3. Mencari penawaran akomodasi yang menarik

Untuk mengurangi pengeluaran selama bekerja di Bali, ada baiknya kita mencari penawaran akomodasi yang menarik dan ramah di kantong.

Dengan begitu, anggaran dari menghemat akomodasi bisa kita alokasikan untuk kebutuhan lainnya.

Informasi-informasi tersebut bisa kita dapatkan dari internet atau pun dari aplikasi yang menawarkan paket perjalanan.

Baca juga: Work From Bali, 5 Tips ASN untuk Bekerja di Lokasi Wisata

4. Mengajak teman atau keluarga

Selain lebih menyenangkan, kita juga bisa menekan biaya pengeluaran jika mengajak teman atau keluarga untuk WFB.

Jika tinggal bersama teman atau keluarga, kita bisa berbagi biaya penginapan atau biaya untuk keperluan pokok lainnya.

5. Mencari destinasi yang menghemat pengeluaran

Biaya hidup di Bali sangat bervariasi. Jika tinggal di daerah wisata, misalnya, tentu akan lebih mahal dibandingkan tinggal jauh dari daerah wisata.

Untuk itu, penting untuk melakukan survei dan memilih destinasi yang lebih menghemat pengeluaran.

Bali dikelilingi oleh pantai dan pemandangan alam yang indah. Untuk itu, kita tam harus memilih lokasi wisata yang mahal untuk menjalankan WFB, lho.

Faktanya, meskipun Nusa Dua dipilih sebagai lokasi untuk program WFB, banyak pihak berharap pelaksanaannya tak hanya berpusat di daerah itu saja.

Carilah daerah yang memudahkan akses ke segala kebutuhan sekaligus memungkinkan kita untuk menghemat pengeluaran.

Baca juga: Ini Kebiasaan Berhemat ala Keluarga Kerajaan Inggris

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com