Kompas.com - 21/06/2021, 10:55 WIB
Ilustrasi rambut rontok. PIXABAY/PIMNANAIlustrasi rambut rontok.

Penyebab kebotakan lainnya

Beberapa jenis alopecia, selain alopecia androgenik, dapat terjadi akibat dari genetika, cedera fisik, atau kondisi mendasar yang menyebabkan rambut menipis atau menimbulkan titik-titik kebotakan. Penyebab tersebut termasuk:

  • Alopesia areata: area kecil melingkar dari kerontokan rambut yang muncul tanpa gejala apapun. Jenggot dan alis juga bisa mengakami ini.
  • Telogen effluvium: kerontokan rambut ini bersifat reversibel dan terjadi sebagai akibat peristiwa yang menimbulkn stres, seperti rawat inap atau adanya pengobatan baru.
  • Tinea kapitis: ini adalah infeksi jamur pada kulit kepala yang dapat menyebabkan titik-titik kecil bersisik di kulit kepala, yang mungkin juga memiliki pustula. Hal ini dapat menyebabkan rambut rontok jaringan parut permanen.
  • Alopesia sikatrik: ini adalah istilah umum yang mengacu pada kerontokan rambut yang menciptakan jaringan parut permanen. Folikel rambut yang tertinggal rusak sehingga terbentuk jaringan parut, alih-alih tumbuh lebih banyak rambut. Istilah ini mengacu pada beberapa kondisi yang merusak folikel rambut secara permanen.
  • Kekurangan nutrisi: tubuh yang kekurangan protein atau zat besi serta vitamin dan mineral lainnya dalam jumlah tertentu juga dapat menyebabkan rambut rontok yang pada akhirnya memicu kebotakan. Namun, kerontokan akibat kekurangan vitamin sebenarnya sangat jarang terjadi.
  • Kondisi tiroid: masalah tiroid adalah penyebab kerontokan rambut yang cukup umum terjadi. Dokter biasanya akan merekomendasikan pemeriksaan jika kita mengalami kerontokan rambut yang tampaknya tidak memiliki penyebab yang mendasarinya.

Baca juga: Mengapa Covid-19 Bisa Sebabkan Rambut Rontok?

Kapan harus ke dokter

Kita perlu berkonsultasi dengan dokter jika pola kerontokan rambut atau kebotakan diikuti dengan rasa sakit atau gejala tidak nyaman lain di area kebotakan, termasuk:

  • Pembengkakan.
  • Gatal berlebih atau bersisik.
  • Sensasi terbakar, menyengat atau keluar nanah.
  • Kerontokan tiba-tiba di area tubuh lain.
  • Pertumbuhan rambut berlebihan di area tubuh lain.
  • Perubahan berat badan mendadak, baik naik maupun turun.
  • Mengalami demam lebih dari 38 derajat Celcius.
  • Mengalami komplikasi karena operasi.

Pada akhirnya, kebotakan sebetulnya merupakan kondisi yang normal seiring bertambahnya usia atau diakibatkan perlakuan tertentu pada rambut.

Namun, jika kita menyadari kerontokan tiba-tiba setelah kondisi tertentu dan diikuti gejala lainnya, berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Baca juga: Cara Merawat Rambut agar Jauh dari Kebotakan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.