Kompas.com - 21/06/2021, 16:25 WIB
Vaksinasi covid-19 warga perumahan Griya Melati, Bogor, Selasa (15/6/2021). Pemkot Bogor sebelumnya memberlakukan karantina wilayah atau lockdown di Perumahan Griya Melati akibat 90 warga perumahan ini positif covid-19. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOVaksinasi covid-19 warga perumahan Griya Melati, Bogor, Selasa (15/6/2021). Pemkot Bogor sebelumnya memberlakukan karantina wilayah atau lockdown di Perumahan Griya Melati akibat 90 warga perumahan ini positif covid-19.

KOMPAS.com - Vaksin menjadi salah satu upaya pencegahan primer terhadap mencegah penyebaran virus corona yang menyebabkan Covid-19. Namun, banyak pula mitos keliru tentang vaksin yang beredar dengan cepat di media sosial.

Salah satunya yang menyebut vaksin Covid-19 menyebabkan perubahan siklus menstruasi.

Konsultan senior di bidang obstetri dan ginekologi di Fortis La Femme Hospital, India, Dr Aruna Muralidhar menjelaskan secara rinci tentang vaksin Covid-19 dan dampaknya terhadap siklus menstruasi.

Di samping itu, dia juga memecahkan beberapa mitos umum mengenai vaksin Covid-19 dan bahkan menyebutkan beberapa gejala parah terkait vaksinasi yang memerlukan pemeriksaan ginekologi.

Baca juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 Lebih Mungkin Dirasakan Perempuan, Ini Sebabnya

Yang terjadi selama siklus menstruasi

Menurut Aruna, siklus menstruasi terjadi karena fungsi tubuh wanita tertata dengan baik dan siklus ini hanya dimulai ketika hormon yang bertanggung jawab untuk menstruasi diaktifkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hormon-hormon menstruasi diproduksi oleh kelenjar pituitari di bawah otak, yang pada gilirannya mempromosikan hormon ovarium seperti progesteron dan estrogen untuk memecahkan lapisan dalam rahim yaitu endometrium.

Seluruh siklus menstruasi biasanya terjadi selama periode 28-30 hari di dalam tubuh.

Ada banyak proses inflamasi dan remodeling jaringan yang terjadi selama menstruasi, yang sangat sensitif terhadap stres, penurunan berat badan, penambahan berat badan, perubahan aktivitas fisik, atau bahkan jenis infeksi tertentu.

Jadi, secara keseluruhan pola menstruasi dapat berubah dalam keadaan apa pun yang melibatkan banyak stres.

Baca juga: Minim Edukasi, Ini yang Seharusnya Dilakukan Remaja Putri Saat Menstruasi Pertama Kali

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X