Kompas.com - 22/06/2021, 20:27 WIB
Menurunkan masker ketika berbicara dapat meningkatkan risiko penularan Covid-19. SHUTTERSTOCK/JANON STOCKMenurunkan masker ketika berbicara dapat meningkatkan risiko penularan Covid-19.

KOMPAS.com - Herd stupidity alias kebodohan komunal terjadi salah satunya karena perilaku masyarakat yang abai dengan protokol kesehatan dan enggan divaksinasi.

Berbagai narasi tidak bertanggungjawab yang berkembang di masyarakat juga ikut memengaruhi. Misalnya saja anggapan bahwa Covid-19 hanya sekedar kebohongan, efek buruk vaksinasi dan berbagai hal negatif lainnya.

Isu yang berkembang liar ini kemudian memicu masyarakat untuk tidak lagi menjaga diri seperti awal pandemi. Tak heran jika jumlah kasusnya meningkat ekstrem seperti yang terjadi beberapa waktu belakangan.

Baca juga: Jokowi Singgung Lonjakan Kasus Covid-19, Minta Masyarakat Taati Protokol Kesehatan

Dicky Chresthover Pelupessy, Ph.D, Psikolog Sosial Universitas Indonesia mengatakan sikap abai ini disebabkan salah satunya karena masyarakat sudah jengah akan kondisi pandemi.

Karenanya kita dianjurkan untuk tetap menjaga diri dan mengingatkan orang terdekat agar mematuhi protokol kesehatan.

"Jangan lelah saling mengingatkan apalagi sekarang kasusnya ekstrem," terangnya kepada Kompas.com pada Selasa (22/06/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sayangnya, banyak dari kita merasa frustasi karena sulit mengingatkan orang sekitar termasuk orangtua soal bahaya Corona yang masih mengintai.

Baca juga: Alasan Mengapa Kita Wajib Patuh Protokol Kesehatan Setelah Divaksin

Terkait hal ini, Dicky punya sejumlah saran yang bisa diaplikasikan antara lain:

  • Berikan gambaran situasi saat ini

Jebolan Universitas Victoria, Australia ini menyarankan kita memberikan gambaran situasi pandemi terbaru kepada orangtua maupun kerabat.

Sampaikan bahwa dampak Corona semakin dekat dan sulit untuk dihindari apabila tidak menjaga diri.

"Sampaikan soal susah UGD, situasi sedang kolaps dan peningkatan kasus," jelas Ketua Pusat Krisis Universitas Indonesia ini,.

Sertakan informas detail termasuk data, berita dari media terpercaya, dan contoh kasus yang terjadi. Ia mengingatkan, penting untuk menyampaikannya dengan bahasa sederhana namun mendetail.

Tujuannya, orang tersayang memahami soal krisis kesehatan yang memang sedang terjadi dari paparan tersebut.

Baca juga: Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 di Jakarta Terisi 90 Persen, ICU 81 Persen

  • Sampaikan pesan bahwa pencegahan lebih baik dan mudah dilakukan

Langkah kedua untuk meningkatkan kesadaran adalah menekankan bahwa pencegahan jauh lebih mudah dilakukan.

"Sampaikan bahwa pakai masker dan cuci tangan itu lebih tidak menderita dan hanya repot sedikit dibandingkan positif Corona," terang Dicky.

Uraikan bahwa pencegahan jauh lebih baik dilakukan dibandingkan harus berjuang dirawat di rumah sakit.

Terlebih lagi, saat ini sejumlah fasilitas kesehatan penuh sehingga pasien Covod-19 sulit mendapatkan penanganan.

Baca juga: Apa Saja Kriteria Pasien Covid-19 yang Harus Dirawat di Rumah Sakit?

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.