Kompas.com - 27/06/2021, 09:46 WIB

Sebelum dan sesudah tes, para pejalan kaki akan diuji detak jantung, tekanan darah, dan kadar oksigennya.

Tes ini juga akan mengevaluasi respons dari semua sistem tubuh yang terlibat selama latihan, termasuk sistem paru dan kardiovaskular, sirkulasi sistemik, sirkulasi perifer, darah, unit neuromuskular, dan metabolisme otot.

American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine mencatat, komponen tes sangat penting untuk memahami kebugaran seseorang.

Penilaian tes

Untuk skor tes, tim peneliti cukup menjumlahkan jarak berjalan. Menurut American College of Rheumatology, orang dewasa yang sehat akan menyelesaikan tes dengan berjalan sejauh 400-700 meter.

Meski begitu, apa yang dianggap sebagai skor yang baik itu tetap dapat berubah, tergantung pada jenis kelamin, usia, atau kondisi tubuh.

Baca juga: 7 Hobi yang Bisa Bikin Umur Panjang

American College of Rheumatology juga mengatakan, peningkatan 54 meter telah terbukti menjadi perbedaan penting secara klinis dalam studi pada penderita penyakit paru-paru kronis.

Ini mirip dengan kriteria yang direkomendasikan —untuk perubahan klinis yakni 50 meter — berdasarkan analisis dari sampel 692 lansia yang terbebas dari stroke.

Skor yang dianggap baik

Sekali lagi, skor yang dianggap baik itu tergantung pada jenis kelamin, usia, dan apakah kita menderita kondisi medis tertentu atau tidak.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Eat This
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.