Kompas.com - 27/06/2021, 11:44 WIB
Ilustrasi cumi-cumi yang sudah dibersihkan dan siap diolah. PIXABAY/MIGUELPEREDAIlustrasi cumi-cumi yang sudah dibersihkan dan siap diolah.

KOMPAS.com - Cumi-cumi sering dikaitkan disebut makanan yang tinggi kolesterol. Bagaimana faktanya?

Melansir Healthline, produk hewani adalah satu-satunya sumber makanan kolesterol. Namun, cumi-cumi sebetulnya rendah lemak jenuh.

Orang-orang yang memiliki kolesterol tinggi biasanya dianjurkan untuk tidak mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans.

Pada intinya, proses pengolahan sebetulnya juga berdampak besar terhadap kandungan kolesterol makanan. Membuat makanan yang sebelumnya menyehatkan, menjadi kurang menyehatkan.

Baca juga: Cara Mudah Bersihkan Cumi-cumi Sebelum Dimasak

Namun, cumi-cumi biasa disajikan dengan cara digoreng. Saat itulah, lemak total dan kandungan lemak jenuhnya kemungkinan naik.

Menurut informasi nutrisi Departemen Pertanian AS, porsi 100 gram cumi-cumi mengandung sekitar:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • 90 kalori.
  • 16 gram protein.
  • 3 gram karbohidrat.
  • 1,5 gram lemak total.
  • 263 miligram kolesterol.

Melansir Livestrong, batas konsumsi kolesterol harian adalah 300 miligram per hari. Artinya, 100 gram cumi-cumi memenuhi hampir 90 persen kebutuhan kolesterol harian kita sehingga kita perlu berhati-hati, terutama bagi orang dengan riwayat penyakit jantung atau kolesterol tinggi.

American Heart Association merekomendasikan agar asupan lemak jenuh tak lebih dari 5-6 persen dari total kalori harian kita untuk menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).

Jika kebutuhan harian kita 2.000 kalori, maka porsi lemak jenuh tersebut sama dengan 11-13 gram.

Sebanyak 85 gram cumi-cumi mentah mengandung sekitar 0,3 gram lemak jenuh total. Namun, cumi-cumi juga mengandung lemak sehat, yakni sekitar 0,09 gram lemak tak jenuh tunggal dan 0,4 gram lemak tak jenuh ganda.

Lebih disarankan untuk mengonsumsi lebih banyak lemak tak jenuh, termasuk tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda. Sebab, lemak tak jenuh dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), kolesterol "baik". HDL dapat membantu membuang LDL yang buruk.

Baca juga: 5 Cara Mudah Turunkan Kadar Kolesterol, Sudah Tahu?

Adapun kenaikan kadar kolesterol dalam darah ditentukan oleh beberapa faktor. Melansir Mayo Clinic, beberapa kebiasaan yang bisa meningkatkan kolesterol seperti:

  • Pola makan buruk: makan makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans dapat meningkatkan kadar koleasterol. Makanan tinggi lemak jenuh biasa ditemukan dalam produk hewani, sementara lemak trans banyak ditemukan di beberapa kue dan biskuit yang dipanggang secara komersial atau popcorn yang bisa dibuat dengan microwave.
  • Obesitas: memiliki Indeks Massa Tubuh (BMI) 30 atau lebih tinggi dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi.
  • Kurang olahraga: olahraga membantu meningkatkan HDL seiring dengan bertambahnya kadar LDL dalam tubuh, membuatnya menjadi lebih tidak berbahaya.
  • Merokok: merokok dapat merusak dinding pembuluh darah, membuatnya lebih rentan mengumpulkan simpanan lemak. Merokok juga dapat menurunkan kadar HDL.
  • Usia: kimia dalam tubuh akan berubah seiring bertambahnya usia. risiko kolesterol tinggi Anda meningkat. Misalnya, seiring bertambahnya usia, hati menjadi kurang mampu menghilangkan LDL.
  • Diabetes: gula darah tinggi juga berkontribusi terhadap peningkatan kadar LDL dan penurunan HDL. Gula darah tinggi juga dapat merusak lapisan arteri kita.

Baca juga: 3 Penyebab Utama Kolesterol Tinggi, Sudah Tahu?

Cara mengolah cumi-cumi

Seperti telah disebutkan, menggoreng adalah proses pengolahan yang bisa membuat kadar kolesterol cumi-cumi menjadi lebih tinggi.

Berikut beberapa cara mengolah cumi-cumi tanpa perlu menggorengnya:

  • Cumi-cumi panggang

Resep ini menggunakan perasan lemon dan bumbu segar. Kita bisa memanggang cumi-cuni menggunakan setetes minyak zaitun untuk membuatnya tetap lezat dan rendah lemak jenuh.

  • Cumi goreng palsu

Kita bisa memamggang cumi-cumi namun membuatnya tampak seperti digoreng. Caranya, kita bisa menyelimutinya dengan tepung roti terlebih dahulu baru kemudian memanggangnya.

  • Cumi panggang oven

Kita juga bisa memanggang cumi-cumi menggunakan oven dan bumbuinya dengan paprika atau rempah-rempah ala Timur Tengah. Cumi-cumi akan mengembang dan, menghasilkan cumi matang yang berair dan kenyal.

Baca juga: Manfaat Cumi-cumi dan Tips Sehat Mengonsumsinya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.