Kompas.com - 27/06/2021, 16:19 WIB
Model Winnie Harlow. SHUTTERSTOCK/ANDREA RAFFINModel Winnie Harlow.

Namun, karena tak mengancam nyawa, beberapa orang bahkan memilih untuk tidak mengobati vitiligo.

Beberapa pilihan pengobatan vitiligo yakni perawatan non-medis (menggunakan kosmetik untuk menyamarkan warna kulit), menggunakan obat-obatan yang diaplikasikan ke kulit, light treatment, PUVA light therapy, pembedahan, perawatan unconventional, hingga depigmentasi.

Namun, tidak bisa diprediksi bagaimana pasien akan merespon pengobatan.

"Penting untuk diingat bahwa tidak ada satu perawatan yang berhasil untuk semua orang."

"Hasil dapat bervariasi dari satu bagian tubuh ke bagian lain. Menggabungkan dua atau lebih perawatan sering memberikan hasil terbaik," ungkap Arini.

Baca juga: Peringatan Hari Vitiligo Pertama di Indonesia Digelar di Kota Bandung

Masalah medis lain

Penting untuk menemukan dokter yang memahami vitiligo untuk mendiskusikan masalah ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dokter kulit dapat membantu menemukan apa yang menyebabkan bintik-bintik putih pada kulit penderita. Sebab, itu bisa disebabkan vitiligo atau penyakit kulit lainnya.

Selain itu, orang dengan vitiligo memiliki risiko lebih tinggi terkena beberapa kondisi medis lainnya, antara lain:

  • Kulit terbakar matahari (sunburn)

Penderita perlu membuat rencana khusus untuk membantu menghindari sengatan matahari yang menyakitkan. Ini bisa termasuk penggunaan tabir surya yang tepat dan mengenakan pakaian pelindung matahari bila perlu.

  • Masalah dengan mata

Beberapa orang dengan vitiligo mengalami perubahan penglihatan dan produksi air mata yang tidak normal. Jika dokter kulit melihat tanda-tanda ini, penderita akan dirujuk ke dokter mata. Kondisi ini paling baik ditangani sejak dini.

  • Penyakit autoimun

Beberapa orang yang memiliki vitiligo mengembangkan penyakit autoimun. Berada di bawah perawatan dokter kulit dapat membantu menemukan penyakit ini lebih awal sehingga pengobatan bisa lebih efektif.

  • Kecemasan dan depresi

Para peneliti menemukan bahwa banyak orang yang memiliki vitiligo sering merasa cemas dan malu ketika berada di sekitar orang lain. Penyebabnya, orang sering menatap dan membuat komentar kasar terhadap penampilan fisik mereka.

Beberapa orang bahkan jelas menunjukkan ketakutan. Menghadapi hari demi hari dengan respons tersebut dapat merusak citra diri seseorang. Harga diri yang rendah dapat berkembang, yang dapat menyebabkan depresi.

Baca juga: Penyakit Kulit Vitiligo Bisa Diobati, Ini 4 Jenis Terapinya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.