Kompas.com - 28/06/2021, 10:52 WIB
. Unsplash/Tamas Papa.

Selanjutnya, pemakan cokelat malam mengalami peningkatan aktivitas fisik sebesar 6,9 persen, peningkatan metabolisme, dan bahkan pengurangan lingkar pinggang sebesar 1,7 persen.

Di samping itu, ritme tidur mereka juga dikatakan menjadi lebih teratur.

Baca juga: Beras Cokelat vs Beras Putih, Mana yang Lebih Sehat?

Para peneliti menjelaskan, makan cokelat tampaknya mengubah komposisi dan fungsi mikrobiota di usus, yang diyakini memainkan peran penting dalam rasa lapar, aktivitas harian, dan perubahan metabolisme bagi para peserta.

Kendati demikian, ada peringatan utama yang perlu diperhatikan sebelum kita memasukkan jumlah cokelat ini ke dalam rutinitas makanan sehari-hari.

Sebab, cokelat mengandung sekitar 542 kalori yang jika dikonsumsi berlebihan justru bisa meningkatkan kalori yang telah dibakar sebelumnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.