Kompas.com - 28/06/2021, 10:52 WIB
. Unsplash/Tamas Papa.

KOMPAS.com - Selain antioksidan dan manfaat kesehatan lainnya, sebuah penelitian baru menunjukkan, jenis cokelat tertentu sebenarnya dapat membantu menjaga tubuh tetap langsing.

Riset di Brigham and Women's Hospital tersebut diterbitkan minggu ini di Journal of Federation of American Societies for Experimental Biology.

Baca juga: Bedanya Cokelat Hitam, Cokelat Susu, dan Cokelat Putih

Para peneliti memeriksa apakah makan 100 gram atau sekitar 3,5 ons cokelat pada waktu yang berbeda dalam sehari, bisa memengaruhi metabolisme wanita pascamenopause.

Studi ini melibatkan 19 wanita yang dibagi menjadi tiga kelompok.

Satu kelompok makan cokelat di pagi hari, sementara yang lain makan di malam hari. Kelompok ketiga tidak makan cokelat sama sekali.

Para peserta juga tidak diharuskan untuk mengubah kebiasaan makan mereka, dan melakukan percobaan ini selama 14 hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para peneliti mengungkap, cokelat hitam sering dikaitkan dengan efek kesehatannya. Namun untuk studi ini, mereka mencoba melihat apa yang terjadi dengan pemberian cokelat susu.

"Hasil kami menunjukkan bahwa 14 hari asupan cokelat tidak meningkatkan berat badan," ujar dia.

Baca juga: 6 Penyebab Vagina Kering, Tak Selalu Terkait Menopause

Hasil studi tersebut juga menunjukkan, kelompok wanita pemakan cokelat di pagi dan malam hari mengalami penurunan rasa lapar, serta lebih sedikit mengidam makanan manis selama rentang 14 hari penelitian.

Mereka membakar lebih banyak kalori, tetapi kelompok malam hari membakar dua kali kalori (rata-rata 300) daripada rata-rata kelompok pagi yakni 150.

Selanjutnya, pemakan cokelat malam mengalami peningkatan aktivitas fisik sebesar 6,9 persen, peningkatan metabolisme, dan bahkan pengurangan lingkar pinggang sebesar 1,7 persen.

Di samping itu, ritme tidur mereka juga dikatakan menjadi lebih teratur.

Baca juga: Beras Cokelat vs Beras Putih, Mana yang Lebih Sehat?

Para peneliti menjelaskan, makan cokelat tampaknya mengubah komposisi dan fungsi mikrobiota di usus, yang diyakini memainkan peran penting dalam rasa lapar, aktivitas harian, dan perubahan metabolisme bagi para peserta.

Kendati demikian, ada peringatan utama yang perlu diperhatikan sebelum kita memasukkan jumlah cokelat ini ke dalam rutinitas makanan sehari-hari.

Sebab, cokelat mengandung sekitar 542 kalori yang jika dikonsumsi berlebihan justru bisa meningkatkan kalori yang telah dibakar sebelumnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.