Untar untuk Indonesia
Akademisi

Platform akademisi Universitas Tarumanagara guna menyebarluaskan atau diseminasi hasil riset terkini kepada khalayak luas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Membentuk Resiliensi untuk Mengurangi Kecemasan

Kompas.com - 29/06/2021, 08:42 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

3. Bersikaplah fleksibel. Individu yang resilien, akan memahami bahwa segala sesuatunya dapat berubah, tidak ada hal yang pasti dalam hidup ini, sekalipun kita sudah menentukan atau merencanakan sesuatu.

Jadi, ketika kita menghadapi hal yang diluar dari rencana maka kita perlu bersikap fleksibel, merubah sikap atau rencana, atau bahkan membuat rencana baru untuk dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang sedang berlangsung.

4. Membangun kepercayaan diri. Individu yang tangguh memiliki keyakinan bahwa mereka akan berhasil terlepas dari kemunduran atau tekanan yang mungkin mereka hadapi.

Keyakinan pada diri sendiri ataupun rasa percaya diri ini juga memungkinkan mereka untuk mengambil risiko, di mana ketika kita mengembangkan kepercayaan diri yang positif, kita memiliki kekuatan untuk terus bergerak maju, dan mengambil risiko yang kita perlukan untuk maju.

Jadi, untuk bergerak maju kita membutuhkan kekuatan dan perlu mengambil resiko, yang mana itu didapatkan dari rasa percaya diri kita.

Baca juga: Percaya Diri dan Seks, Alasan Perempuan Usia 40 Tahun Lebih Bahagia

5. Melatih dan memiliki kemampuan memecahkan masalah (problem solving).

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mampu menemukan solusi untuk suatu masalah lebih mampu mengatasi masalah daripada mereka yang tidak dapat menemukan solusi. Itu artinya untuk dapat mengatasi atau menghadapi masalah, kita memerlukan kemampuan untuk memecahkan masalah atau menemukan solusi.

Yang jadi pertanyaan adalah, bagaimana memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah? Jadi, setiap kali kamu menghadapi tantangan baru, buatlah daftar singkat dari beberapa cara potensial yang dapat kamu lakukan untuk memecahkan masalah tersebut dan bereksperimenlah dengan berbagai strategi.

Dengan melatih keterampilan pemecahan masalah kamu secara teratur, Anda akan lebih siap untuk menghadapi tantangan yang serius.

6. Optimistis. Untuk tetap optimistis selama masa-masa sulit mungkin merupakan hal yang tidak mudah, tetapi ternyata mempertahankan pandangan penuh harapan adalah bagian penting untuk menjadi individu yang resilien.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.