Kompas.com - 29/06/2021, 18:18 WIB
KDRT. ShutterstockKDRT.

KOMPAS.com - Media sosial belum lama ini ramai dengan kabar kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang diduga dilakukan oleh Attila Syah. Mantan model dan bintang sinetron ini dituduh melakukan tindak kekerasan kepada mantan istrinya, Bunga Sophia.

Seperti dimuat di Kompas.com pada Senin (28/06/2021), Attila telah ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik dari Polres Jakarta Selatan.

Belum jelas tindakan kekerasan seperti apa yang dilakukan oleh pria yang juga mantan suami Wulan Guritno ini, namun dikatakannya efeknya mempengaruhi psikologis korban.

Korban KDRT memang bukan hanya mengalami dampak fisik namun juga psikologi dan emosional. Karena itulah, kita dianjurkan untuk sedari dini mengenali pasangan khususnya sebelum membangun rumah tangga.

Baca juga: Attila Syach Jadi Tersangka KDRT, Ingin Permasalahan Berakhir Damai

Fuye Ongko, Associate Psychologist Yayasan Pulih yang fokus pada isu kekerasan seksual mengatakan sulit untuk meramalkan perilaku seseorang berkaitan dengan KDRT.

Namun ada sejumlah indikasi yang bisa kita cermati sebelum benar-benar yakin untuk menikah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Perhatikan perilaku ketika pacaran, khususnya dalam hal menyelesaikan masalah atau dalam menyikapi perbedaan pendapat," terangnya dalam webinar bertema Kekerasan Seksual: Perspektif Klinis dan Hukum serta bagaimana Penanganannya pada Selasa (29/06/2021).

Ia menekankan, pentingnya memiliki relasi yang sehat bersama pasangan sejak masih di fase pernikahan. Kebiasaan ini akan menjadi modal yang baik untuk dibawa ke pernikahan.

Baca juga: Cegah Penyesalan, Pertimbangkan Dulu Ini Sebelum Menikah Muda

Menurutnya, sikap menghormati dan menghargai kepada pasangan juga menjadi pertanda yang positif.

Sebaliknya, Fuye menekankan, apabila seseorang cenderung melakukan kekerasan, dalam bentuk apapun ketika berteman atau berpacaran, maka bisa menjadi gejala yang mengkhawatirkan. 

Sebaiknya pertimbangkan ulang keputusan untuk menjalin hubungan yang lebih serius, khususnya jika tidak ada perubahan.

Umumnya, banyak orang terlena dan beranggapan perilaku buruk tersebut akan berubah setelah menikah. Keputusan gegabah itu kerapkali berujung dengan celaka karena kita terlanjur menjadi korban KDRT.

Baca juga: Kenali Bentuk Baru KDRT Lewat Gadget dan Media Sosial

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.