Kompas.com - 30/06/2021, 16:18 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Sekelompok peneliti dari Selandia Baru dan Inggris telah mengembangkan alat penurun berat badan kontroversial yang dapat mencegah penggunanya makan berlebihan.

Perangkat yang disebut Dentalslim Diet Control ini menggunakan magnet untuk "mengunci" rahang agar tidak terbuka lebih dari 2 milimeter, sehingga memungkinkan pengguna untuk bernapas secara normal.

Selain itu, terdapat juga mekanisme pelepasan darurat untuk mencegah tersedak atau serangan panik.

Menurut Paul Brunton, pemimpin peneliti dari University of Otago, perangkat ini dirancang untuk memastikan pengguna tetap pada liquid diet atau mengonsumsi makanan cair saja.

"Hambatan utama untuk berhasil menurunkan berat badan adalah kepatuhan dan ini dapat membantu kita membangun kebiasaan baru," kata Brunton.

Baca juga: Waspada, Diet Ekstrem Bisa Memicu Batu Empedu

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perangkat ini telah diuji pada tujuh sukarelawan sehat yang obesitas, yang diminta mengikuti liquid diet berjumlah 1.200 kalori sehari. Hasilnya, mereka kehilangan rata-rata 6.3 kilogram dalam studi dua minggu.

Dalam laporannya, para peneliti menyebut bahwa para peserta puas dengan hasilnya dan termotivasi untuk melanjutkan.

Namun, mereka mengalami kesulitan berbicara, merasa tidak nyaman, tegang, gugup, dan umumnya merasa kualitas hidup mereka lebih buruk.

Berita mengenai perangkat tersebut menimbulkan reaksi langsung di Twitter, dengan kritik membandingkannya dengan instrumen penyiksaan dari film horor "Saw".

Baca juga: Mengapa Diet Ketat Tak Selalu Dibutuhkan Orang Gemuk

Orang-orang yang mengomentari mengatakan bahwa konsep tersebut membuat patologi dan menghukum orang gemuk.

Walau begitu, para peneliti mengatakan, meski ada reaksi negatif pada perangkat ini, beberapa orang telah bertanya untuk membelinya dan mengajukan diri untuk uji coba berikutnya.

"Kami mengakui perangkat ini tidak untuk semua orang, sama seperti pengobatan dan operasi yang juga bukan untuk semua orang, tetapi bagi mereka yang ingin menempuh jalan ini, ini adalah pilihan yang aman," kata Brunton.

Sebelumnya, dokter telah mencoba mengobati obesitas dengan menggunakan kawat ortodontik untuk menahan rahang agar tertutup sebagian. Penelitian menunjukkan pasien memang menurunkan berat badan, tetapi kembali lagi ketika kawat dilepas.

Perlu kita ketahui bahwa prosedur ini juga berisiko menyebabkan tersedak dan penyakit gusi.

Baca juga: Kenali, Dampak Mengejutkan akibat Kurangi Asupan Kalori



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.