Kompas.com - 01/07/2021, 08:22 WIB
Nito Souji VIA YOUTUBE Nito Souji Nito Souji

KOMPAS.com - Anjuran bertahan di rumah menjadi salah satu norma baru selama pandemi Covid-19, selain menerapkan jarak fisik dan mematuhi protokol kesehatan.

Namun -ternyata, ada sejumlah orang yang sudah menerapkan pembatasan jarak fisik jauh sebelum pandemi melanda dunia.

Pria asal Jepang, Nito Souji adalah salah satunya.

Baca juga: Banyak RS Penuh, Ini 3 Langkah Sederhana untuk Isolasi Mandiri

Jika sebagian besar masyarakat baru membatasi jarak fisik di masa pandemi, beda halnya dengan Souji.

Seperti dikutip laman Times of News, pria ini sudah mengasingkan diri selama lebih dari satu dekade.

Souji hanya meninggalkan apartemen tempat ia menetap beberapa bulan sekali, ketika ia ingin memotong rambutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia mengikuti kebiasaan beberapa orang di Jepang yang disebut hikikomori, atau menarik diri sepenuhnya dari masyarakat dan mengurung diri di rumah.

Diduga, setengah juta pemuda dan setengah juta orang berusia paruh baya di Jepang menganut gaya hidup hikikomori ini.

Baca juga: Dokter Reisa Ingatkan 5 Hal Penting soal Isolasi Mandiri Covid-19

Awalnya, Souji yang merupakan pengembang game indie pulang ke Tokyo, Jepang sekitar 10 tahun lalu.

Sejak saat itu, dia tidak lagi keluar rumah, karena ia merasa malu pada dirinya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia membeli barang-barang yang diperlukan via online, dan barang belanjaan itu akan dikirim ke apartemen Souji.

Sama seperti orang lain, ia juga memiliki rutinitas harian. Bedanya, ia menjalani rutinitas dari dalam apartemen.

Souji bahkan memiliki kanal YouTube sebagai sarana untuk menjelaskan apa itu hikikomori dan tantangan terkait gaya hidup tersebut.

"Satu-satunya yang bisa saya sebut rutinitas harian saya adalah olahraga singkat 20 menit sekitar pukul 20.00," sebut Souji.

"Kemudian, saya mengonsumsi camilan manis, dan lanjut bekerja. Saya tidur pukul 4 pagi. Itu keseharian saya."

Baca juga: Isolasi Sosial Berdampak Buruk Bagi Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya

Souji mengaku, dia sempat berniat untuk mandiri secara finansial ketika memutuskan menjadi hikikomori.

Tadinya Souji mengira dirinya hanya perlu berkonsentrasi pada pekerjaan selama tiga tahun agar ia bisa sukses.

Sayangnya, lambat laun dia merasa malu dan takut untuk keluar rumah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.