Kompas.com - 01/07/2021, 12:21 WIB

Berdasarkan aturan yang direvisi, perusahaan farmasi, grosir, klinik, apotek, dan lainnya yang emnangani obat psikotropika harus mencatat setiap penggunaan obat dan mengintegrasikannya ke dalam sistem manajemen terpadu.

Hal itu dilakukan demi mencegah penggunaan obat-obatan terlarang dengan memantau seluruh proses dari impor hingga penggunaan.

Namun, sejumlah pihak memberikan kritik bahwa pihak-pihak tersebut bisa saja dengan mudah salah menggambarkan penggunaan sebenarnya dari beberapa obat, termasuk propofol, karena tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan negara.

Oleh karena itu, Asosiasi Apoteker Korea menyerukan agar pemerintah memperkuat peraturan tentang obat-obatan yang tidak tercakup untuk mencegah penyalahgunaan obat.

"Dalam kasus propofol, misalnya, berapa banyak obat yang diberikan dan berapa banyak yang dibuang dicatat dalam sistem manajemen obat psikotropika."

"Tetapi, dengan pengaturan resep yang kurang rinci dari obat yang ditanggung oleh asuransi, tidak bisa terlacak apakah dokter menggunakan dosis propofol tertentu untuk pasien seperti yang tercatat dalam sistem atau menggunakannya untuk orang lain," kata sekretaris jenderal asosiasi, Song Hae-Jin.

Baca juga: 5 Drama Korea yang Mengangkat Isu Kesehatan Mental

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.