Kompas.com - 01/07/2021, 12:21 WIB

KOMPAS.com - Member grup vokal asal Korea Selatan Brown Eyed Girls, Ga In dikenai denda karena secara ilegal menggunakan propofol.

Hal ini dibenarkan oleh agensinya, Mystic Story, setelah muncul serangkaian pemberitaan tentang adanya anggota grup terkenal yang dindenda akibat penggunaan propofol.

"Benar bahwa tahun lalu Ga In dikenai denda 1 juta Won (sekitar Rp 12,8 juta) setelah didakwa atas tuduhan penggunaan propofol secara ilegal."

"Kami meminta maaf atas fakta bahwa baik Ga In maupun agensi tidak meminta maaf atas kesalahan ini sebelumnya dan memunculkan lebih banyak kekhawatiran dengan adanya berita yang tiba-tiba, meskipun mengakuinya sebagai tindakan yang salah secara sosial," demikian diungkapkan dalam rilis agensi, seperti dilansir Allkpop.

Baca juga: Akui Ga In Gunakan Propofol dan Didenda Rp 12 Juta, Agensi Minta Maaf

Alami depresi dan gangguan tidur

Lebih jauh, Mystic Story menjelaskan mengapa Ga In menggunakan propofol secara ilegal.

Setelah melalui akumulasi cedera parah dan ringan sepanjang karir menyanyinya, Ga In disebut mengalami rasa sakit berkepanjangan, depresi, hingga gangguan tidur yang parah.

"Meskipun rasa sakit individu yang diderita oleh artis kami meningkat selama beberapa tahun terakhir karena keadaan tertentu yang tidak dapat kami bicarakan, baik artis maupun agensi tidak dapat menemukan solusi yang efektif untuk keluar dari situasi yang memburuk ini."

"Mohon maaf atas kurangnya tanggung jawab kami," tulis mereka.

Baca juga: Orangtua Perlu Ketahui 8 Tanda Depresi pada Remaja

Apa itu propofol?

Propofol sebetulnya bukanlah substansi yang asing.

Propofol diidentifikasikan sebagai penyebab kematian raja pop Michael Jackson di 2009.

Melansir Scientific American, menurut laporan otopsi, penyebab kematian Jackson adalah propofol akut yang menyebabkan napasnya terhenti.

Meskipun selain obat anastesi umum tersebut, pemeriksa juga menemukan substansi lain, seperti lorazepam (obat benzodiazepin untuk mengobati kecemasan dan insomnia), midazolam (benzodiazepin lain untuk insomnia dan sedasi medis), hingga lidokain (anastesi lokal yang sering disertakan dengan propofol untuk meredakan nyeri injeksi).

Hal ini membuat Dr Conrad Murray, seorang kardiolog sekaligus dokter pribadi Jackson, disidang karena tuduhan pembunuhan.

Selain itu, menurut Manila Bulletin, beberapa selebriti Korea juga pernah dijatuhi hukuman karena penyalahgunaan propofol. Beberapa di antaranya adalah penyanyi Wheesung, aktor Ha Jung-Woo, hingga aktris Park Si-Yeon, Lee Seung Yeon, dan Jang Mi-Inae.

Baca juga: Ha Jung Woo Minta Maaf Terkait Penggunaan Propofol Secara Ilegal

Melansir Drugs.com, propovol (diprivan) bekerja dengan memperlambat aktivitas otak dan sistem saraf.

Propofol digunakan untuk membuat seseorang tertidur dan menjaga seseorang tetap tertidur selama anestesi umum untuk operasi atau prosedur medis lainnya.

Hal ini digunakan pada orang dewasa dan anak-anak di atas 2 bulan.

Propofol juga digunakan untuk menenangkan pasien yang berada di bawah perawatan kritis dan membutuhkan ventilator mekanik (mesin pernapasan).

Propofol disuntikkan oleh penyedia layanan kesehatan ke dalam vena melalui infus.

Setelah itu, kita akan rileks dan tertidur sangat cepat.

Pernapasan, tekanan darah, kadar oksigen, fungsi ginjal, dan tanda-tanda vital lainnya akan diawasi dengan ketat saat kita berada di bawah pengaruh propofol.

Penggunaan propofol jangka panjang dapat menyebabkan sindrom yang disebut Sindrom Infus Propofol, yang dapat menyebabkan kematian.

Segera sampaikan pada penyedia layanan kesehatan jika mengalami kondisi berikut:

  • Pusing seperti akan pingsan bahkan setelah bangun.
  • Pernapasan lemah atau pendek.
  • Merasakan sakit atau ketidaknyamanan parah di tempat suntik diberikan.

Sementara efek samping umum propofol mungkin termasuk:

  • Gatal atau ruam ringan.
  • Detak jantung cepat atau melambat.
  • Sensasi terbakar atau menyengkat di sekitar tempat suntik.

Baca juga: Apoteker Harus Berperan Aktif Cegah Penyalahgunaan Obat

Lalu, bagaimana jika seseorang mengalami overdosis propofol?

Sebetulnya, kejadian itu cenderung tidak terjadi jika pemberian propofol dilakukan oleh profesional medis.

Di Korea sendiri, menurut the Korea Times, propofol diklasifikasikan sebagai obat psikoaktif pada 2011 dan ilegal untuk penggunaan selain prosedur bedah.

Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan Korea Selatan telah mengingatkan konsekuensi fatal dari penggunaan propofol.

"Kebiasaan penggunaan obat menyebabkan kecanduan dan efek samping yang serius seperti insomnia, depresi, agresi impulsif, halusinasi pendengaran dan visual dan kematian yang tidak disengaja," kata seorang pejabat divisi keamanan obat kementerian.

Pada Mei 2019, kementerian tersebut sebetulnya suddah merevisi peraturan tentang obat-obatan psikotropika.

Berdasarkan aturan yang direvisi, perusahaan farmasi, grosir, klinik, apotek, dan lainnya yang emnangani obat psikotropika harus mencatat setiap penggunaan obat dan mengintegrasikannya ke dalam sistem manajemen terpadu.

Hal itu dilakukan demi mencegah penggunaan obat-obatan terlarang dengan memantau seluruh proses dari impor hingga penggunaan.

Namun, sejumlah pihak memberikan kritik bahwa pihak-pihak tersebut bisa saja dengan mudah salah menggambarkan penggunaan sebenarnya dari beberapa obat, termasuk propofol, karena tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan negara.

Oleh karena itu, Asosiasi Apoteker Korea menyerukan agar pemerintah memperkuat peraturan tentang obat-obatan yang tidak tercakup untuk mencegah penyalahgunaan obat.

"Dalam kasus propofol, misalnya, berapa banyak obat yang diberikan dan berapa banyak yang dibuang dicatat dalam sistem manajemen obat psikotropika."

"Tetapi, dengan pengaturan resep yang kurang rinci dari obat yang ditanggung oleh asuransi, tidak bisa terlacak apakah dokter menggunakan dosis propofol tertentu untuk pasien seperti yang tercatat dalam sistem atau menggunakannya untuk orang lain," kata sekretaris jenderal asosiasi, Song Hae-Jin.

Baca juga: 5 Drama Korea yang Mengangkat Isu Kesehatan Mental

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.