Kompas.com - 03/07/2021, 12:51 WIB
Warga mengikuti vaksinasi massal yang berlangsung di Tribun Lapangan Merdeka Ambon, Sabtu (26/6/2021) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYWarga mengikuti vaksinasi massal yang berlangsung di Tribun Lapangan Merdeka Ambon, Sabtu (26/6/2021)

KOMPAS.com – Orang yang sudah mendapat vaksin Covid-19 memang masih bisa tertular penyakit ini, tetapi jumlah virusnya (viral load) rendah.

Hal ini berarti orang tersebut cenderung tidak menularkan penyakit dibandingkan dengan orang yang belum divaksin. Sebagai tambahan, para ilmuwan menemukan bahwa orang yang sudah divaksin memiliki gejala yang ringan dan lebih cepat sembuh jika terinfeksi.

Demikian menurut hasil penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine.

“Bahkan ketika seseorang divaksin dan mereka tertular, gejalanya ringan dan cenderung tidak mengalami demam,” kata salah satu peneliti, ahli epidemiologi Mark Thompson.

Baca juga: Bisakah orang yang sudah mendapatkan vaksin terinfeksi virus Corona?

Dia menegaskan, hal ini bisa jadi pertimbangan bahwa jika kita sudah divaksin maka kemungkinan kita menyebarkan virus di sekitar lebih rendah.

Vaksin untuk nakes

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penelitian itu dilakukan dengan mengikuti 3.975 tenaga kesehatan yang menjalani tes mingguan antara pertengahan Desember sampai April.

Infeksi Covid-19 dideteksi pada 204 partisipan studi, termasuk lima orang yang sudah mendapat vaksinasi lengkap dan 11 orang yang baru mendapat satu kali suntikan vaksin Pfizer atau Moderna.

Mereka yang sudah mendapat vaksin lengkap memiliki viral load 40 persen lebih rendah dibanding orang yang tidak divaksin, dan juga virus yang terdeteksi selama lebih dari satu minggu juga lebih rendah 66 persen. Gejala demamnya pun lebih jarang.

Baca juga: Vaksin Covid-19 pada Ibu Hamil Juga Melindungi Janin

Orang yang sudah divaksin dan terinfeksi Covid-19 itu tak ada yang membutuhkan perawatan di rumah sakit karena gejalanya tergolong ringan atau sedang.

Durasi sakitnya juga lebih singkat, lebih kurang lima hari lebih sedikit mengalami gejala.

Berdasarkan hasil studi ini, tim peneliti menghitung bahwa vaksin 91 persen efektif mencegah infeksi pada orang yang sudah divaksin dan 81 persen efektif pada orang yang baru divaksin satu kali.

Baca juga: Gelombang Kedua Pandemi, Jangan Tunda atau Pilih-pilih Vaksin Covid-19

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.