Kompas.com - 07/07/2021, 09:49 WIB

KOMPAS.com - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat memicu stres pada sebagian orang. Bahkan, beberapa orang merasa seperti kembali ke situasi awal pandemi Covid-19.

Berbagai ketidakpastian muncul, terlebih angka kasus Covid-19 pun semakin naik.

Dalam situasi ini, Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro menekankan penting untuk tak hanya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental.

"Saya paham ini situasi yang sangat sulit bagi kita semua," ujarnya dalam Instagram Live bertajuk "Taat PPKM Darurat, agar COVID-19 Tak Menjerat" bersama Radio Kesehatan, belum lama ini.

Salah satunya adalah karena banyaknya berita duka akibat Covid-19, bahkan yang datang dari lingkungan sekitar atau keluarga. Di sisi lain, berita hoax juga semakin tak terbendung.

Semuanya berkontribusi terhadap stres.

Meluangkan waktu jeda dan memilih sumber informasi terpercaya menurutnya dapat menjadi cara untuk mengatasi stres yang mungkin dirasakan di situasi PPKM Darurat.

"Pastikan (mendapat informasi) hanya dari sumber terpercaya agar kita tidak panik."

"Menghadapinya harus logis juga. Kalau bacanya berita hoax yang katanya-katanya, yang tidak bisa dipastikan kebenarannya, berita-berita itu membuat kita lebih tertekan," ujarnya.

Baca juga: Beda dengan Stres, Kenali Penyebab dan Tanda Burnout

Mengatasi stres

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), stres, termasuk di situasi pandemi seperti saat ini, dapat memunculkan sejumlah respons, seperti:

  • Rasa takut, marah, sedih, khawatir, mati rasa, hingga frustrasi.
  • Perubahan dalam napsu makan, energi, keinginan, dan ketertarikan.
  • Kesulitan berkonsentrasi dan membuat keputusan.
  • Kesulitan tidur atau mengalami mimpi buruk.
  • Reaksi fisik, seperti sakit kepala, nyeri tubuh, gangguan pencernaan, hingga ruam pada kulit.
  • Masalah kesehatan kronis dan mental yang semakin parah.
  • Peningkatan konsumsi tembakau, alkohol, atau substansi lain.

Mengalami stres di masa pandemi sangatlah alami. Namun, stres yang berkepanjangan dan berlebihan bisa berkembang menjadi burnout atau depresi.

Untuk itu, penting untuk mengenali stres yang kita alami dan mengelolanya agar tidak terjadi berkepanjangan.

Baca juga: 8 Cara Mengatasi Burnout, Tak Selalu Berhenti Kerja

Cara mengatasi stres secara sehat

Beberapa cara mengatasi stres yang dapat kita praktikkan jika merasakannya di masa PPKM darurat ini, di antaranya:

1. Mengambil jeda

Seperti yang diungkapkan oleh dr Reisa, CDC juga menekankan pentingnya untuk mengambil jeda di tengah banjir informasi tentang Covid-19 seperti saat ini. Termasuk menonton, membaca atau mendengar berita-berita tentang Covid-19.

Mendapatkan informasi adalah hal yang baik, namun mendengarnya terus-menerus bisa menimbulkan kejenuhan dan emosi lainnya.

Jadi, pastikan kita meluangkan waktu jeda untuk membatasi akses berita tentang Covid-19, cukup selama beberapa kali dalam sehari dan menjauhkan diri kita dari ponsel, televisi, dan layar komputer.

2. Merawat tubuh

Cobalah lebih memedulikan kondisi tubuh kita. Perhatikan apakah ada bagian-bagian tubuh yang terasa sakit atau tidak nyaman.

Kita bisa mulai mengenal kondisi tubuh kita dengan melakukan meditasi atau latihan kesadaran.

Selain itu, kita bisa melakukan hal lainnya untuk merawat tubuh, seperti:

  • Memperbaiki pola makan menjadi lebih sehat dan seimbang.
  • Olahraga rutin.
  • Tidur cukup.
  • Menghindari konsumsi alkohol atau merokok berlebihan.
  • Melanjutkan tindakan pencegahan dan pengobatan penyakit, terutama sesuai dengan yang disarankan oleh penyedia layanan kesehatan.
  • Mendapatkan vaksinasi Covid-19 jika mendapatkan kesempatan.

Baca juga: Akan Divaksin Covid-19 tapi Takut Disuntik, Lakukan 8 Tips Berikut

3. Melakukan hal yang kita suka

Bahkan, para orang sukses sekalipun punya caranya masing-masing dalam mengatasi stres.

Seperti Bill Gates yang membiasakan diri membaca sebelum tidur, Warren Buffett yang gemar bermain instrumen, hingga Meg Whitman yang suka melakukan fly-fishing bersama putranya.

Laman Insider menyoroti penelitian dari University of California, Merced, yang menemukan bahwa melakukan aktivitas santai yang ktia sukai dapat secara langsung meredakan stres dan memberikan manfaat kesehatan lainnya.

Penelitian lainnya dari National Library of Medicine juga menunjukkan bahwa melakukan aktivitas santai secara teratur dapat mengelola perasaan negatif, seperti stres.

4. Terhubung dengan orang lain

Inilah saat di mana kita perlu menunjukkan kepedulian dengan orang-orang terdekat.

Kita bisa menghubungi sahabat-sahabat di masa sekolah dan menanyakan kabar mereka. Jika memungkinkan, tawarkan bantuan jika mereka memerlukannya.

Jika situasi seperti PPKM darurat membuat kita tak bisa bertemu dengan orangtua atau saudara, kita juga bisa menghubungi mereka dan menanyakan kabarnya. Cara lainnya, kita juga bisa mengirimi mereka bingkisan makanan atau barang yang mereka butuhkan.

Berilah kesan bahwa kita peduli dengan kondisi mereka sehingga mereka bisa tetap semangat menjalani situasi yang penuh ketidakpastian ini.

Baca juga: 5 Hal Sederhana yang Bikin Kesehatan Mental Lebih Baik

5. Terhubung dengan komunitas

Menurut Help Guide, efek positif juga didapatkan jika kita terhubung dengan komunitas yang memiliki kesamaan dengan kita, seperti komunitas agama atau sosial.

Mempraktikkan sikap saling membantu dapat memberikan kepuasan dan secara signifikan membantu mengurangi stres.

Membantu orang lain tak selalu harus memberikan usaha yang sangat besar atau meluangkan banyak waktu. Bantuan kecil, seperti kata-kata penyemangat atau senyum sekalipun bisa membuat kita merasa lebih baik dan mengurangi stres, tak hanya untuk diri kita tapi juga orang lain.

6. Kontrol hal yang kita bisa

Ingatlah bahwa tidak semua hal bisa kita kontrol, termasuk banyak hal yang membuat kita takut dan cemas di situasi pandemi ini.

Menurut Mental Health Foundation, kita bisa menyusun sebuah perencanaan untuk mulai mengelola hal apa saja yang bisa kita kontrol dan tidak.

7. Fokus pada masa kini

Pandemi mungkin membuat masa depan terasa begitu tidak pasti.

Tapi, kita bisa melakukan yang terbaik untuk hari ini. Jadi, cobalah tetap fokus pada masa kini.

Meditasi kesadaran bisa membantu pikiran kita untuk kembali fokus ke masa kini.

Baca juga: Rutinitas Pereda Stres di Pagi Hari, Cuma 10 Menit, Coba Yuk...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.