Kompas.com - 07/07/2021, 13:12 WIB

KOMPAS.com - Jumlah kasus anak dan bayi positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Orangtua diharapkan mampu memberikan perawatan tepat saat isolasi mandiri untuk menjaga kondisi buah hati. 

Sejumlah kasus menunjukkan anak yang positif Covid-19 sementara orangtuanya terbukti negatif. Meskipun WHO sempat menyatakan anak cenderung minim terpapar Covid, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) punya pendapat yang berbeda.

Kasus Covid-19 di Indonesia tergolong tinggi hingga menyebabkan kematian. Karena itulah, setiap anak dianjurkan untuk segera mengikuti program vaksinasi yang mulai dilakukan di berbagai daerah.

Selain itu, orangtua juga dianjurkan memahami panduan isolasi mandiri (isoman) apabila anak terbukti positif Covid-19. IDAI telah merilis panduan isoman bagi orangtua yang bayi, balita atau anaknya mengalami sejumlah gejala.

Baca juga: Wamenkes Sebut Keterpakaian Ruang Rawat Intensif Anak Terinfeksi Covid-19 Meningkat

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Lakukan isolasi mandiri dengan beberapa catatan berikut

Anak yang terbukti positif tidak harus dirawat di rumah sakit dan bisa melakukan isolasi mandiri di rumah. Hanya saja ada beberapa syarat yang harus dipenuhi berkaitan dengan gejala yang dialami dan kondisi anak.

Anak yang boleh menjalani isoman haruslah tidak bergejala (asimptomatik) atau mengalami gejala ringan seperti batuk, pilek, demam, diare, muntah dan ruam-ruam. 

Selain itu, anak juga masih aktif dan mampu makan serta minum seperti biasa. Dianjurkan linkungan rumah atau kamar memiliki ventilasi yang baik.

Baca juga: 4 Poin Penting Soal Merawat Anak Saat Isolasi Mandiri

  • Orangtua tetap dapat mengasuh anak yang positif Covid-19

Orangtua tetap bisa mengasuh anak atau balitanya yang positif Covid-19. IDAI menyarankan orangtua yang berisiko rendah terhadap gejala berat corona.

Orangtua dan anak yang berbeda status juga disarankan tidur di kasur yang terpisah dengan jarak dua meter. Jika ada anggota keluarga lainnya yang positif maka dapat diisolasi bersama.

Lakukan pemeriksaan suhu tubuh dua kali sehari kepada anak pada pagi dan malam hari. Pantau gejala yang muncul dan berikan dukungan psikologis pada anak.

Baca juga: 5 Jawaban Kekhawatiran Orangtua Soal Vaksin Covid-19 pada Anak

  • Kenali tanda bahaya pada anak

Anak harus segara dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan tenaga kesehatan jika menunjukkan sejumlah tanda bahaya.

Gejala yang berbahaya termasuk anak terlalu banyak tidur, napas cepat, ada cekungan di dada, hidung kembang kempis, mata merah, ruam, leher bengkak, kejang dan mata cekung.

Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah Buang Air Kecil (BAK) berkurang, demam lebih dari tujuh hari, saturasi oksigen <95 persen, dan tidak bisa makan serta minum.

Perhatikan pula laju napas pada anak untuk menentukan apakah perlu dibawa ke rumah sakit.

Berdasarkan panduan dari IDAI, dianggap berbahaya jika laju napas lebih dari 60x per menit pada bayi di bawah dua bulan, lebih dari 50x pada bayi usia dua sampai 11 bulan, lebih dari 40x pada balita 1-5 tahun, dan lebih dari 30x per menit pada anak di atas usia lima tahun.

Baca juga: Cara Mengukur Saturasi Oksigen Menggunakan Pulse Oximeter

  • Sediakan alat untuk isoman

Sediakan alat bantu kesehatan seperti termometer dan oxymeter untuk memantau kondisi anak. Termometer untuk mengukur suhu badan anak khususnya ketika mengalami demam.

Sedangkan oxymeter berfungsi mengukur saturasi oksigen dan frekuensi nadi pada anak.

  • Obat yang perlu disiapkan di rumah

Orangtua disarankan untuk menyediakan obat demam seperti peracetamol untuk diberikan kepada anak saat isoman. Sediakan pula zink, berikan 20 mg per hari yang diberikan selama 14 hari.

Sediakan multivitamin khususnya vitamin C dan D3 untuk diberikan secara berkala. Sesuaikan dosisnya sesuai dengan usia dan berat badan anak.

Baca juga: 5 Fakta Telemedicine bagi Pasien Isoman Covid-19 dan Obat Gratis

  • Gunakan masker

Masker tetap dianjurkan untuk dipakai khususnya bagi anak di atas usia dua tahun atau sudah dapat melepaskan dan memasangnya sendiri. Pastikan masker terpasang dengan tepat agar fungsinya sempurna dan lepaskan ketika tidur.

Berikan istirahat masker jika anak berada di ruangan sendiri atau berjarak dua meter dari pengasuh.

Sebaliknya, pengasuh atau orangtua yang berada di dalam ruangan yang sama disarankan menggunakan masker atau pelindung mata bila memungkinkan.

Baca juga: Tips Merawat Anak yang Positif Covid-19 Saat Isoman

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.