Kompas.com - 07/07/2021, 13:51 WIB

KOMPAS.com - Banyak orangtua yang panik dan kebingungan ketika mendapati anaknya terpapar Covid-19.

Padahal, respons orangtua sangat penting agar anak mendapatkan penanganan dan perawatan yang tepat.

Para ayah dan ibu diharapkan mampu berpikir matang agar bisa membantu proses penyembuhan buah hatinya.

Baca juga: Panduan Isolasi Mandiri ketika Anak Positif Covid-19 dari IDAI

Demi membantu para orangtua di Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merilis panduan khusus untuk anak yang positif Covid-19.

Langkah ini dilakukan untuk membantu pasien anak yang tidak dapat dirawat di rumah sakit karena mengalami gejala ringan.

Akibat tingkat keterisian rumah sakit yang tinggi, kini Pemerintah menitikberatkan layanan rawat inap pada pasien dengan gejala sedang dan berat.

Dengan demikian, orangtua diharuskan mampu merawat anak sendiri di rumah, sepanjang mengalami gejala ringan seperti batuk, pilek, demam, diare, muntah dan ruam.

Baca juga: Simak, Langkah Mudah Unduh Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Isolasi mandiri juga dianjurkan ketika anak masih aktif, dan mampu makan serta minum sendiri.

Meski demikian, ada sejumlah protokol kesehatan yang harus diikuti oleh orangtua yang merawat anak positif Covid-19 di rumah:

  • Tetap di rumah

Pastikan anak tetap di rumah dengan menyediakan kamar atau ruangan yang nyaman dan memiliki ventilasi yang baik.

Sediakan mainan atau alat bantu lainnya agar anak semakin betah di rumah.

  • Gunakan masker

Masker harus tetap dipakai oleh anak yang sudah berusia di atas dua tahun, atau sudah bisa memakai dan melepaskannya sendiri.

Lepaskan masker ketika anak sedang tidur. Berikan jeda istirahat dari masker ketika anak sendirian di dalam ruangan atau berjarak dua meter dari orang di sekitarnya.

Pastikan orangtua atau pengasuh yang merawat anak menggunakan masker dan penutup mata agar mengurangi risiko terpapar Covid-19.

  • Jaga jarak

Orangtua yang mengasuh anak positif Covid-19 harus dalam keadaaan sehat dan bugar. Gunakan pelindung untuk menekan risiko paparan dan jaga jarak dengan anak.

Jika berbeda status dengan anak, disarankan untuk tidur di kasur terpisah dengan jarak dua meter.

  • Cuci tangan

Pastikan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dengan mencuci tangan secara berkala.

Ikuti pandungan cuci tangan yang baik untuk memastikan tangan terbebas dari semua virus dan bakteri yang berbahaya.

Baca juga: Hati-hati, Ini 5 Penyakit yang Bisa Timbul akibat Malas Cuci Tangan

  • Menerapkan etika batuk

Ajari anak soal etika batuk yang harus dilakukannya untuk mencegah penyebaran virus.

Terlebih lagi, Cvid-19 kini semakin mudah menyebar sehingga berisiko tinggi untuk orang di sekitarnya.

Pastikan anak mengerti untuk menutup mulut dan hidungnya dengan tisu atau lengan baju.

Buang tisu sisa batuk ke tempat sampah dan cuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer.

  • Periksa suhu tubuh pagi dan sore

Sediakan termometer untuk memerika suhu tubuh anak secara berkala pada pagi dan sore hari.

Jika anak demam atau suhu badan terlalu tinggi, berikan paracetamol untuk membantu menurunkannya.

Jika demam pada anak tak kunjung turun, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi terbaik.

  • Periksa saturasi oksigen dan frekuensi nadi

Orangtua juga harus menyediakan oxymeter untuk memantau saturasi oksigen dan frekuensi nadi anak.

Apabila tingkat saturasi oksigen di bawah 95 persen, orangtua harus waspada dan segara mencari bantuan dari tenaga kesehatan.

  • Pantau laju napas

Pantau laju napas pada anak untuk memastikan kondisi vitalnya. IDAI menyebutkan sejumlah kriteria yang tergolong menjadi berisiko untuk kesehatan anak.

Kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahaya apabila bayi di bawah dua bulan memiliki laju napas lebih dari 60x per menit.

Lalu untuk bayi usia 2-11 bulan sebanyak lebih dari 50x per menit, balita 1-5 tahun 40x per menit dan anak di atas lima tahun memiliki laju napas 30x per menit. 

  • Berikan ASI

Jika bayi positif Covid-19, disarankan untuk memberikan ASI seoptimal mungkin karena mengandung antibodi yang baik untuk penyembuhan.

Penuhi kebutuhan nutrisi anak dengan sesering mungkin memberikan ASI. Hal ini akan membantu melawan virus dan mempercepat penyembuhan bagi bayi.

  • Berikan anak makanan bergizi

Berikan bayi dan anak makanan bergizi untuk mempercepat penyembuhan Covid-19.

Untuk bayi yang sudah makanan pendamping (MPASI), berikan gizi seimbang sesuai usia termasuk  karbohidrat, protein lemak, sayur sumber vitamin dan mineral.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.