Kompas.com - 08/07/2021, 16:49 WIB
ilustrasi Facebook CNETilustrasi Facebook

KOMPAS.com - Facebook termasuk media sosial yang paling populer saat ini. Setiap hari ada lebih dari 2.7 miliar pengguna di seluruh dunia yang mengakses media sosial ini. 

Pandemi Covid-19 dan saran untuk membatasi aktivitas di luar rumah agaknya membuat frekuensi orang mengakses Facebook terus meningkat.

Walau media sosial ini bisa jadi platform untuk bertukar kabar dengan kerabat atau teman, tetapi sebenarnya Facebook bisa jadi toksik bagi para ibu.

Bahkan grup ibu-ibu juga bisa menjadi tempat penghakiman alias mom-shaming.

Menurut Psychology Today, kecanduan Facebook dapat menggerogoti kesehatan mental.  Sebuah penelitian juga menunjukkan hubungan antara kecanduan Facebook dengan kurang tidur dan kesepian.

Baca juga: Facebook Perkenalkan Fitur Pencegah Keributan di Grup

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dikatakan bahwa kecanduan Facebook memiliki semua gejala yang sama seperti kecanduan obat-obatan terlarang, perjudian, dan alkohol.

Mereka yang kecanduan menghabiskan begitu banyak waktu di situs media sosial sehingga mengabaikan hal lainnya dalam hidup, dan seorang ibu yang mencari pelarian mungkin rentan terhadap hal ini.

Pecandu Facebook biasanya juga menunjukkan tanda-tanda depresi, kesepian, dan kurang tidur di malam hari. Namun, para ahli masih mendalami apakah Facebook yang menyebabkan efeknya, atau apakah orang menggunakan Facebook karena efek ini.

Studi tersebut menemukan bahwa blue light atau cahaya biru pada ponsel mungkin menjadi penyebab kurang tidur, dan tidak secara otomatis dapat menyalahkan aplikasi media sosial.

Baca juga: Memahami Efek Buruk Blue Light pada Penampilan Kulit Wajah

Penggunaan Facebook yang intens dikaitkan dengan perasaan kesepian, sehingga tampaknya kontradiktif jika ibu menggunakan media sosial untuk mencoba terhubung dengan ibu lainnya.

Studi ini memang tidak dapat menyimpulkan dengan pasti bahwa Facebook menyebabkan hal ini pada individu, tetapi tren dan risikonya ada di sana.

Ini bisa menjadi tanda peringatan bagi para ibu untuk membatasi waktunya di media sosial, dan mungkin perlu melakukan "puasa" seminggu sekali dan lebih terlibat di dunia nyata.

Baca juga: Pilihan Avatar Facebook Ungkap Kepribadian Pembuatnya, Benarkah?



Sumber Kominfo,Moms
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.