Kompas.com - 10/07/2021, 10:57 WIB
Ilustrasi ayah dan anak. FREEPIK/JCOMPIlustrasi ayah dan anak.

"Hukuman adalah sesuatu yang sifatnya langsung dan berfungsi sebagai pembalasan," katanya, seperti dilansir Cleveland Clinic.

Disiplin jauh lebih efektif dalam membentuk karakter anak daripada hukuman. Meski begitu, membentuk sikap disiplin memang memerlukan lebih banyak upaya dan waktu.

Baca juga: Ajari 5 Sikap Tegas Ini kepada Anak agar Tak Jadi Korban Bullying

2. Temukan waktu untuk memuji

Seperti yang telah diungkapkan, membentuk sikap disiplin pada anak memerlukan waktu dan usaha.

Ini adalah mengenai pola asuh anak secara keseluruhan, tidak hanya pada waktu-waktu tertentu saja.

Oleh karena itu, penting untuk mengapresiasi anak ketika mereka melakukan sesuatu yang baik.

Pastikan orangtua menyadari ketika anak secara aktif menunjukkan perilaku yang dianggap "baik" dan berikan pujian langsung atas apa yang mereka lakukan.

Tak hanya dapat membentuk perilaku positif pada anak, kebiasaan ini juga bisa membangun kepercayaan diri anak.

"Luangkan waktu untuk mendengarkan apa yang anak katakan dan sampaikan bahwa kita setuju ketika mereka mengungkapkan sesuatu yang baik."

"Jika tidak setuju sekalipun, pastikan anak tahu alasannya," kata Gaydos.

Orangtua yang selalu berusaha hadir untuk anaknya dan menunjukkan empatinya akan membuat anak menjadikan orangtua sebagai contoh (role model). Komunikasi selalu menjadi kuncinya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.