Kompas.com - 12/07/2021, 16:14 WIB
Suasana proses vaksin Covid-19 Astra Zeneca dosis pertama kepada pelaku ekonomi kreatif di Sentra Vaksinasi Central Park dan Neo Soho Mall, Jakarta Barat, Selasa (8/6/2021). Kemenparekraf membuka program vaksinasi Covid-19 bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di area Jakarta yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 11 Juni 2021. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana proses vaksin Covid-19 Astra Zeneca dosis pertama kepada pelaku ekonomi kreatif di Sentra Vaksinasi Central Park dan Neo Soho Mall, Jakarta Barat, Selasa (8/6/2021). Kemenparekraf membuka program vaksinasi Covid-19 bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di area Jakarta yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 11 Juni 2021.

KOMPAS.com - Kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia makin diperburuk dengan banyaknya  hoaks yang beredar di masyarakat, termasuk soal vaksin.

Kabar palsu yang terus berkembang ini menyulitkan penanganan karena banyak masyarakat yang terpengaruh. Bahkan, banyak yang tidak mengakui keberadaan virus Covid-19 dan menganggap pandemi ini sekedar rekayasa.

Akibatnya, banyak yang abai menjalanankan protokol kesehatan dan enggan divaksin. Padahal, dua cara ini adalah cara terbaik untuk mengurangi risiko penyebaran virus agar kondisi kembali normal.

Sayangnya, masih banyak menolak vaksinasi karena terjebak teori konspirasi maupun kabar burung yang tidak berdasarkan.

Informasi palsu ini menyebar dengan cepat lewat Whatsapp maupun media sosial, membuat banyak keluarga dan kerabat terpecah.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Ganggu Siklus Menstruasi? Simak Penjelasannya

Untuk membantu memerangi hoaks yang menyebar di keluarga kita, berikut adalah penjelasan soal berbagai mitos vaksin Covid-19 yang salah kaprah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Vaksin tidak berkualitas karena dibuat terburu-buru

Salah satu hoaks yang menyebar menyebut, vaksin Covid-19 dibuat dengan terburu-buru sehingga tidak efektif dan memiliki banyak efek buruk pada tubuh. Vaksin yang tersedia tidak dipersiapkan dengan layak dan tidak diuji klinis.

Faktanya, kondisi darurat pandemi global telah memungkinkan peningkatan pendanaan dan upaya agar perusahaan farmasi dapat mengembangkan vaksin tepat waktu. Hal ini belum pernah terjadi pada pembuatan vaksin sebelumnya.

Waktu yang dipersingkat bukan berarti tidak dilakukan sesuai protokol atau menghilangkan pengujian menyeluruh.

Baca juga: Hasil Riset: Separuh Penduduk Jakarta Pernah Positif Covid-19

 

FDA, lembaga obat dan pangan di AS, juga tidak mengizinkan penggunaan darurat vaksin virus corona tanpa menyelesaikan tinjauan independen yang ketat dengan berbagai tahap uji klinis.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.