Kompas.com - 12/07/2021, 21:34 WIB
Ilustrasi mempercepat penyembuhan anosmia dengan minyak kayu putih. SHUTTERSTOCKIlustrasi mempercepat penyembuhan anosmia dengan minyak kayu putih.

KOMPAS.com - Anosmia adalah salah satu gejala khas pasien Covid-19. Ini adalah kondisi ketika seseorang kehilangan fungsi penciumannya secara sementara.

Dr Yonian Gentilis Kusumasmara, SpTHT-KL menjelaskan, anosmia menyebabkan biasanya bertahan hingga delapan hari atau sampai 2-3 minggu.

Namun, anosmia tak hanya dialami oleh penderita Covid-19 melainkan juga terjadi pada kondisi lain.

"Anosmia ini kan hanya gejala, bukan diagnosa. Penyakit yang sering terjadi (anosmia) biasanya common cold atau flu biasa."

"Penyebab lain bisa dari trauma kepala atau usia tua. Jenis anosmianya berbeda-beda," katanya dalam Instagram Live bersama Eka Hospital Bekasi, Senin (12/7/2021).

Lalu, apa perbedaan anosmia akibat Covid-19 dan flu biasa?

Yonian menyebutkan, perbedaannya antara lain sebagai berikut:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Anosmia akibat Covid-19 terjadi tiba-tiba. Bisa saja kita masih bisa mencium bau hari ini, namun kehilangan penciuman di keesokan harinya. Sementara anosmia akibat flu biasa muncul secara perlahan.
  • Anosmia akibat Covid-19 tidak disertai gejala lain. Sementara anosmia akibat flu biasa kerap disertai gejala lain seperti hidung mampet, ingusan, hingga sulit bernapas.
  • Pada flu biasa, penderita biasanya memiliki sekret kental yang keluar dari hidung.

Baca juga: Selain Covid-19, 7 Kondisi Kesehatan Ini Juga Bikin Kehilangan Penciuman

Jika memang merasakan anosmia dan diduga merupakan anosmia akibat Covid-19, Yonian menyarankan untuk tes PCR dan melakukan karantina mandiri sambil menunggu hasil PCR.

"Kalau belum tahu status kita apa tapi sudah keluar gejala, lakukan karantina sampai hasil PCR keluar agar tidak menularkan," ujarnya.

Latihan penciuman

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.