Kompas.com - 13/07/2021, 10:29 WIB
Vaksinasi covid-19 warga perumahan Griya Melati, Bogor, Selasa (15/6/2021). Pemkot Bogor sebelumnya memberlakukan karantina wilayah atau lockdown di Perumahan Griya Melati akibat 58 warga perumahan ini positif covid-19. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOVaksinasi covid-19 warga perumahan Griya Melati, Bogor, Selasa (15/6/2021). Pemkot Bogor sebelumnya memberlakukan karantina wilayah atau lockdown di Perumahan Griya Melati akibat 58 warga perumahan ini positif covid-19.

KOMPAS.com - Antibodi setelah vaksinasi Covid-19 baru akan didapatkan secara maksimal setelah pemberian dosis kedua.

Sementara pemberian dosis pertama vaksin dan kedua memiliki jeda waktu tertentu, tergantung pada jenis vaksinnya.

Lalu, jika setelah pemberian dosis pertama vaksin kita terkonfirmasi positif Covid-19, apakah dosis keduanya perlu ditunda?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik & Infeksi, dr Ronald Irwanto, SpPD-KPTI, FINASIM mengacu pada rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) yang dikeluarkan Februari 2021.

Dalam rekomendasi, salah satu kriteria individu perlu menunda mendapatkan vaksin adalah jika berada dalam kondisi akut.

Individu yang terinfeksi Covid-19 dan menunjukkan gejala, seperti demam, batuk-pilek, dan lainnya, dianggap mengalami kondisi akut tersrbut.

"Divaksinlah setelah menjadi penyintas atau sudah sembuh," kata Ronald dalam webinar bertajuk "Hoax atau Fakta: Vaksin & Covid-19 Varian Baru" bersama Rumah Sakit Pondok Indah, Senin (12/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Gelombang Kedua Pandemi, Jangan Tunda atau Pilih-pilih Vaksin Covid-19

Lalu, jika sudah sembuh dari Covid-19, kapan bisa mendapatkan vaksin dosis kedua?

Rekomendasi PAPDI menyatakan penyintas Covid-19 layak diberikan vaksin Covid-19 jika sudah sembuh minimal tiga bulan.

Namun, menurut Ronald, jeda waktu tersebut sebetulnya lebih kepada syarat administratif. Saat ini, tidak ada rekomendasi tertentu tentang jeda waktu dari terinfeksi Covid-19 hingga vaksin dosis berikutnya.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya individu yang terkonfirmasi positif Covid-19 tetap menjalani isolasi dengan baik dan mengonsumsi obat-obatan sesuai anjuran tenaga kesehatan, sehingga bisa segera sembuh.

"Pasca sembuh dan dalam kondisi fit, tidak ada kendala, pada saat itu vaksin kedua bisa dilanjutkan."

"Hanya, memang harus sabar. Ada orang yang cepat (pemulihannya), ada yang lambat, karena respons tubuh setiap orang berbeda-beda," paparnya.

Baca juga: 5 Informasi Vaksin Covid-19 yang Tak Berdasar, Awas Termakan Hoaks!

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.