Kompas.com - 13/07/2021, 20:46 WIB
Peternakan sapi milik Greenfields. Dok GreenfieldsPeternakan sapi milik Greenfields.

KOMPAS.com – Susu yang terasa lezat dan bergizi ternyata tidak semata berasal dari sapi perah yang terjamin makanannya, namun juga kebahagiaannya.

Istilah “Happy Cow’s” alias sapi yang bahagia ternyata memang memiliki makna. Tidak sembarangan sapi bisa mendapat predikat tersebut.

Para peternak di Amerika Serikat pernah melakukan penelitian tentang sapi yang mendapat perawatan yang baik dan juga terpapar hormone serotonin yang bisa meningkatkan rasa bahagia.

Hasilnya, sapi-sapi tersebut menghasilkan susu dengan kandungan kalsium yang lebih tinggi.

Konsep perawatan sapi terbaik agar bahagia juga dianut oleh produsen susu Greenfields.

Baca juga: Perjalanan Panjang Segelas Susu Segar

Sekitar 15.000 ekor sapi Holstein dan Jersey yang induknya diimpor langsung dari Australia, dirawat dan dijaga layaknya selebritas di kedua peternakan Greenfields di Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Dalam siaran pers yang dikirimkan untuk memeringati “Cow’s Appreciation Day” disebutkan, sapi-sapi di peternakan tersebut memiliki sand-bedding yang nyaman dan bersih.

Setiap sapi juga mendapat perawatan kesehatan dan nutrisi yang dipantau oleh tim dokter hewan dan ahli gizi, untuk memastikan mereka dipelihara sesuai standar peternakan internasional.

 

Sapi di peternakan milik Greenfields.Dok Greenfields Sapi di peternakan milik Greenfields.

“Sapi-sapi selalu dimanjakan dengan pakan sehat terdiri jagung dengan kualitas terbaik, biji-bijian, Rumput Alfalfa yang didatangkan khusus dari luar negeri dan jenis rumput lokal khusus yang disebut Rumput Odot yang memiliki kandungan protein dan serat yang tinggi,” tulisnya.

Baca juga: Tak Perlu Rebutan, Susu Bukan Obat Infeksi Covid-19

Selain itu para sapi itu juga mendapat “olahraga ringan” dengan teratur, berupa jalan kaki dari kandang ke tempat lokasi pemerahan tiga kali sehari.

Hasil olahan susu Greenfields.Dok Greenfields Hasil olahan susu Greenfields.
Tidak ketinggalan pula, para sapi diberikan perawatan kuku dua kali setahun untuk memastikan mereka bisa berjalan dengan lebih nyaman.

Selain itu, hasil susu yang diperah langsung diolah tanpa terkontaminasi tangan manusia dan di-pasteurisasi untuk mematikan patogen, spora, dan mikroorganisme lain, sebelum dikemas.

Susu yang dipasteurisasi juga lebih terjaga kualitasnya sebab mikroorganisme yang mengakibatkan kerusakan telah dihancurkan, dengan tetap menjaga enzim-enzim yang terkandung.

Pasteurisasi juga dapat mempertahankan nutrisi yang baik dari susu segar tanpa menjadi basi asalkan disimpan pada suhu yang dianjutkan yaitu antara 1 – 4 derajat Celcius; suhu di mana mikroba tidak bisa beraktivitas dan menyebabkan kerusakan susu.

Tak kalah penting,, susu yang diproses dengan Teknik Pasteurisasi rasanya lebih lezat; tidak membuat eneg dan sangat menyegarkan apalagi jika dikonsumi dalam keadaan dingin.

Baca juga: Susu Dianggap Makanan Mahal, Konsumsi Susu di Indonesia Rendah

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.