Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 15/07/2021, 10:26 WIB

Menurut dia, strategi kesehatan masyarakat seperti mengurangi ketersediaan alkohol, memberi label produk alkohol dengan peringatan kesehatan, dan larangan pemasaran dapat mengurangi tingkat kanker yang disebabkan oleh alkohol.

Baca juga: Cegah Kanker Hati, Cobalah Konsumsi Sejumlah Makanan Ini

Studi ini sayangnya tidak memperhitungkan beberapa kemungkinan konsumsi alkohol, misalnya, perubahan konsumsi alkohol sebelum dan sesudah tahun 2010.

Dengan menilai konsumsi alkohol pada tingkat populasi, penelitian ini juga tidak memperhitungkan faktor risiko lingkungan, fisiologis, genetik, dan sosial individu untuk mengembangkan kanker.

Meningkatnya kanker hati

Menurut American Cancer Society, kasus kanker akibat konsumsi alkohol tertinggi di Eropa tengah dan timur, serta Asia timur memperburuk hepatitis B yang menyebabkan kanker hepatoseluler atau hati.

"Kanker hepatoseluler adalah jenis kanker paling umum keenam di seluruh dunia yang angka kejadiannya meningkat," ungkap Justice.

"Konsumsi alkohol diketahui meningkatkan risiko kanker hepatoseluler di antara individu dengan obesitas, orang yang memiliki infeksi virus hepatitis B, C, atau yang merokok," lanjut dia.

Baca juga: 12 Ciri-Ciri Kanker Hati dan Penyebabnya

Studi tersebut menemukan bahwa tingkat hepatitis B dan kanker hati ini tinggi di kawasan Asia-Pasifik, terutama di kalangan pria.

Para peneliti mengungkapkan ada beberapa jalur biologis di mana minum alkohol dapat menyebabkan perkembangan kanker, termasuk DNA, protein, serta bagaimana etanol memetabolisme dan memengaruhi regulasi hormon.

Antara 28-45 persen orang Asia Timur, misalnya, membawa varian enzim ALDH2 yang telah dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena kanker di saluran aerodigestif bagian atas.

Faktor risiko lain yakni obesitas, diabetes, steroid anabolik, dan paparan aflatoksin atau racun yang dihasilkan oleh jamur yang dapat tumbuh pada jagung, kacang tanah dan biji-bijian lainnya.

Kasus kanker terendah di Afrika utara dan Asia barat seperti Arab Saudi atau Kuwait terjadi karena adanya kebijakan berbasis agama yang memastikan para penduduk untuk tidak mengonsumsi alkohol.

Baca juga: Awas, Minum Alkohol Jumlah Sedang Pun Tetap Pengaruhi Jantung

Di samping itu, para penulis menambahkan bahwa perkiraan kanker untuk tahun 2020 mungkin juga dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 yang mengganggu sistem kesehatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Sumber CNN
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.