Kompas.com - 15/07/2021, 14:06 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Pernahkah kamu menemukan sesorang yang memojokkan dan membuatmu seakan-akan bersalah? Jika iya, bisa jadi orang itu melakukan gaslighting pada kita. 

Gaslighting merupakan bentuk kekerasan mental itu berupa berbohong dan memanipulasi seseorang secara psikologi hingga orang tersebut mempertanyakan kewarasannya dan menerima realitas orang lain.

Korban gaslighting biasanya akan merasa bingung, cemas, dan tidak percaya diri.

Sayangnya, tindakan gaslighting ini sering tidak kita sadari. Sebab, kata-kata para pelaku terkesan halus, namun sesungguhnya manipulatif.

Namun tenang saja, kita bisa mengetahuinya dengan tujuh contoh kalimat gaslighting berikut:

Baca juga: Jangan Mau Jadi Korban Gaslighting, Lawan!

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. "Kamu gila dan butuh bantuan"

Jika diumpamakan, orang yang hobi gaslight layaknya dokter pada pasien mereka.
Mereka akan menghujani dengan pertanyaan yang membuat kita mempertanyakan kewarasan diri kita. Akhirnya, kita akan percaya bahwa masalah ada pada kita, bukan manipulasi yang kita buat.

Jadi, selama kita yang membutuhkan “pertolongan,” mereka tidak akan merasa bertanggungjawab dan mengubah cara berpikir dan perilakunya.

2. "Kamu harus mengurusnya"

Kalimat di atas benar-benar mempermainkan emosi kita

Biasanya, orang yang melakukan gaslight akan menggunakan kalimat di atas saat kita bereaksi terhadap sesuatu yang tidak menurut dia tidak pantas. Mereka akan membuat kamu serasa problematik.

Padahal kenyataannya, sikap kita hanya berkenan bagi dia karena tidak sesuai dengan standarnya. Dia hanya ingin mendominasi pikiran kita saja.

Baca juga: Waspadai, 11 Tanda Pertemanan Toksik yang Tak Boleh Diabaikan

3. “Kamu hanya cemburu dan tidak percaya diri”

Kalimat satu ini adalah cara mereka menanamkan rasa tidak percaya diri tentang sifat dan kelebihan kita. Dia akan membuat orang-orang bisa mengendalikan kamu.

Mereka juga mengatakan ini untuk menghindari kecurigaan dan mendapatkan pujian serta perhatian dari orang lain.

4. "Kamu terlalu sensitif/terlalu berlebihan"

Kalimat di atas membuktikan bahwa orang yang melakukan gaslighting sama sekali tidak peduli pada emosi kita.

Menurut para ahli, mengklaim bahwa korban terlalu berlebihan atau terlalu sensitif terhadap pelecehan emosional adalah cara mereka agar kita tidak yakin menerima “siksaan” emosional.

Baca juga: Ajari 5 Sikap Tegas Ini kepada Anak agar Tak Jadi Korban Bullying

5. “Mungkin seperti itu di pikiranmu, padahal aku tidak berbicara seperti itu, lho

Kalimat ini menyangkal perasaan dan kenyataan yang terjadi. Begitulah cara mereka mengendalikan kita.

Dengan mengatakan kalimat ini, dia akan membuat kita percaya bahwa dia tidak bersalah dan kita hanya berpikir negatif.

6. “Cuma bercanda”

Menyamarkan komentar dan ucapan jahat sebagai candaan adalah taktik favorit orang-orang yang hobi gaslighting.

Mereka akan mengejek, meremehkan, atau memanggil kita dengan panggilan buruk tanpa meminta maaf.

7. “Kamu sumber masalahnya, bukan aku”

Sangat umum bagi pasangan yang kasar untuk menyebut korban mereka sebagai orang narsis atau penyiksa. Mereka juga "melempar" perilaku mereka sendiri pada korban.

Dengan ini, mereka akan membuat korban percaya kalau dia yang bersalah.

Baca juga: Awas Ghosting, Ini 5 Tanda Pasangan Anda Inginkan Hubungan Serius

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.