Kompas.com - 16/07/2021, 12:58 WIB

Apabila kita makan 2.000 kalori sehari, maka itu sama dengan jumlah yang ada dalam satu sandwich berisi daging, telur, dan keju.

4. Problem pencernaan

Makanan olahan dan makanan cepat saji mungkin tampaknya enak dan menggiurkan. Tetapi semuanya adalah karbohidrat olahan yang minim serat.

Padahal, makan serat dalam jumlah yang cukup (25-35 g sehari) membantu kita menjaga kesehatan di saluran pencernaan.

Kecukupan serat menurunkan risiko untuk mengalami divertikulitis, serta kondisi lain yang terkait dengan sembelit seperti wasir dan hernia.

Serat makanan juga membantu bakteri usus baik berkembang dan membuat kita merasa cepat kenyang.

Baca juga: Benarkah Makan Cumi-cumi Bikin Kolesterol Naik?

Oleh karena itu, kita perlu mengurangi konsumsi makanan cepat saji agar tidak kesulitan untuk mendapatkan jumlah serat yang disarankan.

5. Menambah berat badan

Sering mengonsumsi makanan cepat saji berkalori tinggi, terutama sebagai pilihan makan malam bisa menambah berat badan.

Apalagi, ketika kalori tersebut sebagian besar berasal dari karbohidrat proses tinggi yang akan membuat kita merasa lapar lagi, dan membuat kita makan lebih banyak kalori ekstra.

Di samping itu, faktor gula juga menjadi penyebab utama kelebihan berat badan atau obesitas.

Gula biasanya bersembunyi di banyak makanan, termasuk minuman dan saus yang kerap ditemui di dalam paket fast food.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.