Yasmina Hasni
Praktisi Parenting

Praktisi parenting. Co-founder Taman Main Petualang. Ibu dua anak.

Tentang Kehilangan...

Kompas.com - 18/07/2021, 09:14 WIB
Ilustrasi kehilangan, berduka, perempuan menangis. SHUTTERSTOCK/CHEPKO DANIL VITALEVICHIlustrasi kehilangan, berduka, perempuan menangis.
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

AKU RINDU hari-hari tanpa kabar duka...,” kata Ernest Prakasa di salah satu postingan instagramnya, baru-baru ini.

Ucapan yang rasanya mewakili perasaan banyak orang, belakangan ini.

Betapa seringnya kita melihat kabar duka cita berseliweran di berbagai media sosial, begitu banyak kehilangan terjadi, yang itu sebagian besar karena wabah virus yang menghantui kita nyaris dua tahun ini.

Kehilangan, atau berduka, adalah perasaan yang sering kali tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Sebab, rasanya campur baur tak keruan, segala bentuk emosi timbul dan tenggelam karenanya.

Sayangnya, kita yang kini sudah dewasa kerap mengartikan kehilangan sebagai emosi negatif yang harus segera disingkirkan.

Bias dari kebiasaan sejak kecil, ketika air mata mengalir maka orang dewasa akan segera mengambil alih dengan mengatakan, “Cup..cup sudah, jangan nangis. Nanti beli yang baru…” atau “Sudah berhenti nangis, masa gitu aja nangis....

Terlebih lagi anak laki-laki. Pamali sekali sepertinya menangis.

Padahal, kita manusia. Artinya, kita berhak merasakan apa pun emosi yang terjadi.

Apa salahnya menangis? Apa salahnya berduka?

Ini sama dengan bahagia, cemburu, marah, kecewa, bangga, dan sejuta perasaan lain yang bisa dinamakan dan diterima ketika hadir menghiasi hari-hari kita.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.