Kompas.com - 18/07/2021, 19:30 WIB
Sebuah mobil ambulans melintas saat berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Petugas akan memberikan akses untuk melintas di titik penyekatan PPKM Darurat di 63 titik di wilayah Jadetabek yang berlaku dari 3 - 20 Juli 2021 hanya yang masuk kategori sektor-sektor esensial. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp. ANTARA FOTo/M RISYAL HIDAYATSebuah mobil ambulans melintas saat berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Petugas akan memberikan akses untuk melintas di titik penyekatan PPKM Darurat di 63 titik di wilayah Jadetabek yang berlaku dari 3 - 20 Juli 2021 hanya yang masuk kategori sektor-sektor esensial. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.

KOMPAS.com - Tingginya kasus harian Covid-19 di tanah air membuat masyarakat merasa masih berada di situasi penuh ketidakpastian.

Di tengah berbagai upaya penanggulangan Covid-19 yang sedang berlangsung, masih ada saja masyarakat yang tidak percaya tentang Covid-19. Kondisi ini tentu memengaruhi penanganan wabah virus corona di Indonesia.

Sekitar setahun lalu, Amerika Serikat juga mengalami kondisi yang tak jauh berbeda dengan Indonesia.

Dokter spesialis penyakit menular dari Dokter spesialis penyakit menular dari University of Maryland School of Medicine, Amerika Serikat, Dr Faheem Younus, MD mencoba menjelaskan apa saja yang bisa dipelajari dari situasi di AS agar pandemi di tanah air dapat teratasi.

Menurutnya, di tengah situasi pandemi, ada dua kutub yang masing-masing memiliki kubu ekstrem.

Kubu pertama adalah yang menyangkal Covid-19, sementara kubu kedua adalah yang panik.

"Kemungkinan, kebenaran yang murni terdapat di tengah-tengahnya, di antara dua kubu ekstrem tersebut," ucap Younus dalam Simposium Covid-19 bersama Humanity First Indonesia, Sabtu (17/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menyebutkan ada empat langkah yang bisa diterapkan untuk menanggulangi Covid-19, yakni:

  • Memberikan informasi yang tepat dan apa adanya ke masyarakat. Sebab, masyarakat sebetulnya sudah pintar. Memberikan data pendukung dapat membantu masyarakat mencerna informasi yang tepat.
  • Mengontrol kerumunan. Menurutnya, sebagian besar penyebaran Covid-19 terjadi ketika ada kerumunan dan dalam ruangan.
  • Meningkatkan kapasitas rumah sakit sehingga orang-orang yang sakit mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.
  • Vaksinasi massal. Untuk menanggulangi Covid-19, kita perlu mencapai angka kekebalan kelompok (herd immunnity) sekitar 70 persen populasi.

Baca juga: Alasan Dr Faheem Younus Tak Setuju Ivermectin Jadi Obat Covid-19

Mensukseskan vaksinasi

Perdebatan seputar vaksin masih ada di masyarakat, padahal angka vaksinasi harus terus digenjot. Terkait hal tersebut, Younus menggaris bawahi tiga hal yang dapat menyukseskan program vaksinasi Covid-19.

Pertama, melakukan edukasi massal penting untuk mengatasi keraguan masyarakat terhadap vaksin. Orang-orang perlu memahami bahwa sama seperti setiap obat yang kita konsumsi, vaksin memiliki risiko tapi sangat kecil. Di sisi lain, manfaatnya sangatlah besar.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.