Kompas.com - 18/07/2021, 19:30 WIB

KOMPAS.com - Tingginya kasus harian Covid-19 di tanah air membuat masyarakat merasa masih berada di situasi penuh ketidakpastian.

Di tengah berbagai upaya penanggulangan Covid-19 yang sedang berlangsung, masih ada saja masyarakat yang tidak percaya tentang Covid-19. Kondisi ini tentu memengaruhi penanganan wabah virus corona di Indonesia.

Sekitar setahun lalu, Amerika Serikat juga mengalami kondisi yang tak jauh berbeda dengan Indonesia.

Dokter spesialis penyakit menular dari Dokter spesialis penyakit menular dari University of Maryland School of Medicine, Amerika Serikat, Dr Faheem Younus, MD mencoba menjelaskan apa saja yang bisa dipelajari dari situasi di AS agar pandemi di tanah air dapat teratasi.

Menurutnya, di tengah situasi pandemi, ada dua kutub yang masing-masing memiliki kubu ekstrem.

Kubu pertama adalah yang menyangkal Covid-19, sementara kubu kedua adalah yang panik.

"Kemungkinan, kebenaran yang murni terdapat di tengah-tengahnya, di antara dua kubu ekstrem tersebut," ucap Younus dalam Simposium Covid-19 bersama Humanity First Indonesia, Sabtu (17/7/2021).

Ia menyebutkan ada empat langkah yang bisa diterapkan untuk menanggulangi Covid-19, yakni:

  • Memberikan informasi yang tepat dan apa adanya ke masyarakat. Sebab, masyarakat sebetulnya sudah pintar. Memberikan data pendukung dapat membantu masyarakat mencerna informasi yang tepat.
  • Mengontrol kerumunan. Menurutnya, sebagian besar penyebaran Covid-19 terjadi ketika ada kerumunan dan dalam ruangan.
  • Meningkatkan kapasitas rumah sakit sehingga orang-orang yang sakit mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.
  • Vaksinasi massal. Untuk menanggulangi Covid-19, kita perlu mencapai angka kekebalan kelompok (herd immunnity) sekitar 70 persen populasi.

Baca juga: Alasan Dr Faheem Younus Tak Setuju Ivermectin Jadi Obat Covid-19

Mensukseskan vaksinasi

Perdebatan seputar vaksin masih ada di masyarakat, padahal angka vaksinasi harus terus digenjot. Terkait hal tersebut, Younus menggaris bawahi tiga hal yang dapat menyukseskan program vaksinasi Covid-19.

Pertama, melakukan edukasi massal penting untuk mengatasi keraguan masyarakat terhadap vaksin. Orang-orang perlu memahami bahwa sama seperti setiap obat yang kita konsumsi, vaksin memiliki risiko tapi sangat kecil. Di sisi lain, manfaatnya sangatlah besar.

"Sekali lagi, tidak perlu bilang pada mereka ini (vaksin) sepenuhnya aman, tapi juga jangan katakan bahwa ini buruk. Katakan kebenaran yang sesungguhnya," ujarnya.

Kedua, usahakan dengan segera memberikan vaksin ke masyarakat. Kecepatan sangatlah penting di sini karena kita tengah "berlomba" melawan virus yang menyebar dengan sangat cepat.

Terakhir, menciptakan pusat vaksinasi yang aman.

"Tiga hal itu akan membuat masyarakat lebih mudah menerima vaksin. Lakukan edukasi massal untuk mengatasi keraguan terhadap vaksin."

"Orang-orang harus memahami bahwa vaksin-vaksin ini punya beberapa efek samping, tapi sering kali sangatlah sementara dan tidak ada efek samping jangka panjangnya," ujar Younus.

Baca juga: Gelombang Kedua Pandemi, Jangan Tunda atau Pilih-pilih Vaksin Covid-19

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.