Kompas.com - 19/07/2021, 09:03 WIB

Meski demikian, efikasi atau kemanjuran vaksin AstraZeneca cukup tinggi hingga 92 persen, termasuk mampu mencegah varian Delta yang dianggap paling berbahaya.

AstraZeneca menyatakan baru akan menentukan harga setelah pandemi Covid-19 usai ketika semua kebutuhan telah tercukupi.

  • Memperkenalkan semua anggota risetnya

Sarah Gilbert memimpin tim riset khusus untuk mempercepat proses pengembangan vaksin Covid-19 karena urgensinya yang tinggi.

Ketika mendapatkan apresiasi publik, ia tak ragu membagi kebanggaan tersebut kepada sejumlah anggota timnya.

Dalam video yang dirilis Deutsche Bank, ia memperkenalkan anggota tim risetnya yang berasal dari berbagai latar belakang dan menekankan pentingnya kompetensi yang dimiliki oleh setiap individu. Salah satunya, Indra Rudiansyah, WNI yang sedang menempuh studi doktoral di Inggris.

  • Berdedikasi pada ilmu pengetahuan

Sebagai ahli vaksin Inggris, ia sangat berdedikasi dengan ilmu pengetahuan dengan fokus mengembangkan vaksin melawan influenza dan virus patogen.

Ia menyelesaikan studi ilmu biologi dari University of East Anglia (UEA) pada 198 dan melanjutkan studi doktoral di Universitas Hull dengan penelitian genetika dan biokimia dari Rhodosporidium toruloides.

Sepanjang hidupnya, ia berpartipasi dalam membuat sejumlah vaksin yang berbeda termasuk malaria dan MERS.

Sarah juga mendirikan Vaccitech, perusahaan bioteknologi yang mengembangka vaksin dan imunoterapi untuk berbagai penyakit berbahaya termasuk kanker, hepatitis B, HPV, dan kanker prostat.

  • Memimpin uji coba vaksin ebola

Sarah sudah berpengalaman dalam menangani wabah, bukan hanya Covid-19. Ia sempat memimpin uji coba pertama vaksin Ebola, wabah yang sempat memburuk di Afrika, pada tahun 2014.

Ia juga memiliki peran yang sama pada wabah MERS, sindrom pernapasan yang sempat merebak di wilayah Timur Tengah.

Baca juga: Sarah Gilbert, Penemu AstraZaneca, Dapat Standing Ovation di Wimbledon

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.