Kompas.com - 19/07/2021, 10:43 WIB
Ilustrasi hewan kurban. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOIlustrasi hewan kurban.

KOMPAS.com - Tahun ini, umat Islam kembali harus merayakan Idul Adha di tengah pandemi Covid-19. Sejumlah penyesuaian harus dilakukan termasuk dalam penyembelihan hewan kurban.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tidak menghalangi perayaan hari raya kurban ini. Namun, masyarakat dianjurkan untuk mengikuti panduan dari pemerintah untuk menekan risiko penyebaran virus.

Misalnya saja dengan menyelenggarakan shalat Idul Adha di rumah dan menerapkan protokol kesehatan saat pemotongan hewan kurban.

Penyembelihan hewan bahkan dianjurkan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) atau lembaga sejenis untuk mengurangi kerumunan.

Baca juga: Wapres: Jangan Sampai Penyelenggaraan Ibadah Idul Adha Timbulkan Klaster Covid-19

MUI juga menyarankan, daging kurban sebaiknya diolah, diawetkan dalam bentuk kornet, rendang dan daging kaleng untuk mengoptimalkan kemasalahan. Daging olahan tersebut barulah didistribusikan kepada masyarakat, sesuai dengan Fatwa MUI No.37 Tahun 2019.

Alternatif lainnya, masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan ketat saat melakukan kegiatan pemotongan hewan kurban. Seperti apa?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Semprotkan disinfeksi secara menyeluruh

Lakukan penyemprotan cairan disinfektan pada alat dan lokasi pemotongan kurban. Pastikan semua alat yang dipakai panitia kurban benar-benar steril.

  • Gunakan masker dan face shield

Panitia pemotongan kurban diharuskan menggunakan masker kesehatan dan face shield untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Lebih baik mengenakan dua lapis masker agar perlindungannya lebih menyeluruh.

Baca juga: Wapres: Pemotongan Hewan Kurban Harus di RPH, Daging Diantar ke Rumah Warga

  • Atur jarak

Batasi agar hanya panitia yang boleh berada di lokasi pemotongan kurban untuk menghindari kerumunan. Atur jaraknya agar aman dan tidak berisiko menyebarkan virus.

  • Bedakan petugas sesuai tanggung jawab

Agar lebih aman, bedakan petugas yang bertanggungjawab menangani masing-masing tahapan. Misalnya petugas yang memotong dan menangani daging serta membagikannya ke masyarakat.

  • Sering mencuci tangan

Lokasi penyembelihan harus menyediakan tempat cuci tangan dan sabun pembersih. Panitia diharuskan rajin mencuci tangannya dan mengurangi intensitas menyentuh wajah untuk menekan risiko virus Corona.

  • Mandi dan ganti baju

Semua orang yang berada di lokasi pemotongan kurban harus segera mandi dan mengganti bajunya setibanya di rumah. Hal ini untuk mecegah kita membawa virus atau bakteri dan menyebarkannya kepada keluarga di rumah.

Baca juga: Cara Memasak Daging Kambing dan Jeroan agar Tidak Bau

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.