Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 19/07/2021, 13:27 WIB
Anya Dellanita,
Lusia Kus Anna

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Di masa pandemi ini, suplemen vitamin sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat perkotaan.  Banyak orang berlomba-lomba membeli suplemen untuk menjaga ketahanan tubuh.

Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga diharuskan mengonsumsi suplemen oleh orangtuanya.

Padahal, anak tak membutuhkan suplemen jika asupan makanannya sudah bergizi dan mencukupi kebutuhan gizi makro dan mikro.

Hal tersebut disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, dokter Reisa Broto Asmoro dalam acara bertajuk Mothercare Parentversary by Modern Parent yang digelar secara virtual pada Senin (19/7/2021)

“Hal pertama yang diperlukan anak selama pandemi itu stay at home. Yang kedua, gizi seimbang. Jadi kalau macro nutrient atau micro nutrient sudah terpenuhi sudah cukup. Vitamin atau suplemen itu hanya ditambahkan jika anak kekurangan nutrisi itu,” kata Reisa.

Baca juga: Perhatikan, 5 Tips Aman Pilih Vitamin dan Suplemen untuk Anak

Reisa menyebut, para orangtua tidak perlu pusing-pusing memilihkan suplemen jika makanan anak sudah sesuai dengan konsep “Isi Piringku” dari Kementerian Kesehatan.

“Gizi seimbang berarti semua terpenuhi, mulai dari karbohidrat, protein, sayur, lemak, yang ada takarannya di konsep ‘Isi Piringku’ itu. Nanti kan ada lauk pauk, sayur, buah per kali makan seperti apa sesuai usia anak. Jika sudah terpenuhi, kita enggak perlu lagi pusing-pusing memikirkan suplemen apa yang harus diberikan,” jelas Reisa.

Dia mengatakan, suplemen dapat ditambahkan jika anak kekurangan gizi tertentu.

Sebab, ada anak-anak yang mendapatkan salah satu dari gizi yang diperlukan karena pola makannya tidak lengkap. Contohnya, tidak bisa memakan daging, sayuran, atau buah sama sekali.

Reisa juga mengingatkan bahwa oversuplementasi (kelebihan suplemen) tidak baik bagi tubuh anak.

“Selain karena kondisi tertentu, suplemen tidak diperlukan. Yang penting itu pokoknya, gizi seimbang, air mineral yang cukup, anak tetap diajak aktif berolahraga di rumah, dan dijaga kesehatan mentalnya,” kata Reisa.

Baca juga: Mau Hidup Sehat dan Panjang Umur? Terapkan 5 Pola Makan Ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com