Kompas.com - 19/07/2021, 20:32 WIB
Ilustrasi isolasi mandiri. SHUTTERSTOCK/StockLiteIlustrasi isolasi mandiri.

Sekalipun pasien tersebut melakukn tes PCR dan mendapatkan hasil positif Reisa meminta untuk tidak khawatir.

Sebab, PCR hanya mendeteksi virus dalam tubuh, tetapi tidak bisa membedakan apakah virus tersebut aktif atau dalam masa penyembuhan.

Jadi, selama kita sudah menjalani isoman selama waktu yang ditnetukan dan tak menunjukkan gejala, maka tak perlu berpatokan pada hasil tes PCR. Saat itu, kita sudah aman untuk berkumpul bersama keluarga tanpa berpotensi menularkan.

"Jadi, paling aman tidak berpatokan pada PCR, tapi lama waktunya (isoman). Selesaikan isoman 10 hari, kalau ada gejala 10 hari tambah tiga hari."

"PCR hanya standar diagnosis, bukan penanda kesembuhan," tuturnya.

Baca juga: Setelah Isolasi Mandiri Covid-19, Perlukah Tes PCR Ulang?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.