Kompas.com - 21/07/2021, 11:18 WIB
Baby walker Andrew Skudder/CC BY-SA 2.0Baby walker

KOMPAS.com – Bagi pasangan yang baru pertama kali memiliki anak, berbagai varian gawai dan alat yang berguna untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi bisa sangat membantu.

Namun, dari semua alat-alat bantu tersebut, ada satu alat yang sangat tidak disarankan oleh para ahli: baby walker.

Pasalnya, sebuah penelitian terbaru menujukkan, baby walker masih menjadi penyebab berbagai cedera pada bayi setiap tahunnya.

Cedera -bahkan, tetap terjadi meski alat aitu telah memenuhi standar keamanan baru yang dikeluarkan pada tahun 2010 silam.

Baca juga: Seri Baru Jadi Ortu: Baby Walker Bikin Anak Lebih Cepat Berjalan?

Penelitian juga menunjukkan, meski cedera menurun dalam 10 tahun terakhir, baby walker masih bertanggung jawab atas berbagai cedera pada leher dan kepala bayi, termasuk patah tulang.

Apa itu baby walker?

Baby walker adalah alat yang didesain untuk digunakan oleh anak berusia 5-15 bulan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alat ini berbentuk bulat, memiliki roda, lengkap dengan sebuah kursi gantung untuk menampung anak di tengahnya.

Kursi gantung inilah yang membuat kaki bayi bisa menyentuh tanah dan “berjalan.”

Orangtua mungkin menganggap baby walker sebagai barang wajib untuk membantu bayi mereka belajar berjalan.

Padahal, ada bahaya mengintai dibaliknya, membuatnya harus dihindari sebisa mungkin.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X