Kompas.com - 21/07/2021, 11:52 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi


Oleh: Annisa Ardiani, Content Writer Rekata

Manusia pastinya tidak pernah luput dari kesalahan, baik itu yang berukuran besar maupun kecil. Kesalahan tersebut juga ada yang bisa berakibat fatal yang mana untuk bagi sebagian orang sulit untuk melupakan dan tidak menyesalinya.

Penyesalan yang kita rasakan terkadang bisa sampai berkelanjutan. Bahkan, rasa penyesalan yang besar dan berlarut tidak jarang berujung kehilangan nyawa. Namun, sebetulnya kita tidak perlu untuk menyesali kesalahan kita di masa lalu.

Simak 4 alasan mengapa kita tidak perlu menyesali kesalahan kita di masa lalu secara terus menerus.

Baca juga: 6 Cara Melupakan Masa Lalu dan Hidup Tanpa Penyesalan

4 Alasan untuk tidak menyesali masa lalu

1. Kita tidak bisa memutar waktu untuk memperbaikinya
Sekuat apapun penyesalan kita terhadap kesalahan di masa lalu, pada akhirnya kita tidak bisa memutar waktu dan memperbaikinya. Apa yang sudah terjadi, tidak akan pernah bisa kita ulangi. Boleh untuk mengevaluasi kesalahan di masa lalu, tetapi tidak baik untuk menyesalinya terus menerus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Tidak baik untuk kesehatan mental
Menyesali kesalahan di masa lalu yang berlarut-larut juga bisa berdampak pada kesehatan mental kita. Pikiran kita akan selalu dihantui oleh rasa bersalah. Bahkan, tidak jarang pikiran tersebut bisa berakibat fatal.

Jika pikiran tersebut sudah sangat mengganggu, coba konsultasikan masalahmu ke ahli, seperti ke psikolog. Mereka akan membantu kita untuk mengeluarkan isi pikiran kita dan membantu untuk menyembuhkan perasaan sesal itu.

3. Sadari bahwa semua orang pernah melakukan kesalahan di masa lalu
Kamu bukan satu-satunya orang yang pernah melakukan kesalahan di masa lalu. Coba lihat orang-orang di sekitarmu, mereka pasti juga mempunyai penyesalan yang mungkin lebih buruk daripada kamu. Kamu tidak sendirian dan kamu bisa berbagi tentang keresahanmu dengan mereka agar perasaan kita lebih lega.

Baca juga: Begini Caranya Minta Maaf pada Orang yang Pernah Disakiti di Masa Lalu

4. Masa sekarang dan masa depan lebih penting untuk dipikirkan

Terus menerus menyesali kesalahan di masa lalu hanya berakhir sia-sia. Ada masa sekarang dan masa depan yang lebih penting untuk kamu pikirkan. Meski tidak bisa memperbaiki masa lalu, kita bisa memperbaikinya atau menghindarinya melalui tindakan-tindakan kita di masa sekarang dan masa depan.

Funiculi Funicula: Kesempatan untuk kembali ke masa lalu sampai kopi menjadi dingin

Novel terjemahan Funiculi Funicula karya Tosikazu Kawaguchi. Dok Gramedia Novel terjemahan Funiculi Funicula karya Tosikazu Kawaguchi.
Sebuah cafe kecil di Tokyo bernama Funiculi Funicula dikabarkan memiliki kemampuan magis untuk mengirimkan pengunjungnya ke masa lalu. Namun, ada beberapa peraturan yang diterapkan.

Salah satunya, pengunjung tidak bisa mengubah masa sekarang meskipun pergi ke masa lalu dan mencoba memperbaikinya.

Selain itu, ada batas waktu yang sangat singkat, yaitu hingga kopi mereka menjadi dingin.

Meskipun ada peraturan tersebut, ternyata beberapa pengunjung tetap ingin mencobanya: seorang perempuan yang menyesal tidak memohon kepada kekasihnya untuk tidak pergi, seorang istri yang ingin membaca surat dari suaminya yang terkena alzheimer, seorang perempuan yang ingin bertemu kembali dengan saudarinya sekali lagi, dan seorang ibu yang ingin bertemu dengan anak perempuannya karena tidak pernah sempat mengenalnya.

Cerita ini ditulis dengan indah dan sederhana oleh Tosikazu Kawaguchi dan diadaptasi menjadi film dengan judul “Cafe Funiculi Funicula” di tahun 2018. Novel ini juga diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul “Before the Coffee Gets Cold”.

Kamu bisa mengikuti kisahnya dalam novel terjamahan “Funiculi Funicula” yang bisa dibeli di sini.



Sumber Rekata
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.