Kompas.com - 21/07/2021, 19:13 WIB
Ilustrasi keluarga shutterstockIlustrasi keluarga
|
Editor Wisnubrata

Ratih juga mengatakan kita bisa menghindari pujian berlebihan saat anak melakukan hal yang kurang baik. Saat itu, kita berhak menasihatinya.

Lalu, pujilah dia saat melakukan hal lain yang layak kita puji. Dengan ini, anak akan paham kalau dia tidak selalu harus dipuji.

Namun, Ratih mengingatkan, bagaimanapun juga anak tetap harus dipuji, terlepas dari kekhawatiran kita yang mungkin tidak sengaja memberikan pujian berlebihan.

Anak itu butuh banget dipuji. Alasannya ya karena anak itu masih belajar. Namanya orang belajar, gagalnya juga banyak,” ujar Ratih.

Pujian ini membantu agar mereka jadi pede dan mau coba lagi. Itu sebabnya beri pujian. Jadi anak tuh senang. Kalau senang, dia akan mengulang lagi. Lama kelamaan anak bisa tumbuh menjadi anak yang pintar,” tambah dia.

Baca juga: 6 Cara Kenali Beda antara Pujian dan Pelecehan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.