Kompas.com - 22/07/2021, 12:14 WIB
Terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji dan makanan yang digoreng dapat berkontribusi terhadap penurunan daya tahan tubuh. UNSPLASH/MUSTAFA BASHARITerlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji dan makanan yang digoreng dapat berkontribusi terhadap penurunan daya tahan tubuh.

KOMPAS.com - Semua makanan olahan, cepat saji, dan berlemak tinggi merupakan pilihan yang buruk bagi tubuh, terutama pencernaan.

Apalagi, jika dikonsumsi secara berlebihan, makanan-makanan tersebut dapat menyebabkan penumpukan lemak dan mendorong peningkatan berat badan.

Oleh sebab itu, untuk mencegahnya, kita harus menghindari beberapa jenis makanan yang dapat menyebabkan penumpukan lemak di perut.

Baca juga: 3 Cara Bebas Perut Buncit Setelah Usia 40 Tahun

1. Karbohidrat sederhana

Memang tidak semua karbohidrat itu buruk. Ahli kesehatan wanita integratif, Aviva Romm, MD mengatakan bahwa karbohidrat kompleks dapat bermanfaat dalam menjaga lemak perut tetap rendah.

Karbohidrat semacam itu dapat ditemui pada ubi jalar, labu, dan beras merah.

"Tetapi masalah yang sebenarnya adalah ketika kita mengonsumsi makanan karbohidrat sederhana yakni produk tepung olahan seperti roti putih atau nasi putih," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, karbohidrat sederhana menyebabkan lonjakan gula dan insulin.

Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, karbohidrat ini dapat menyebabkan obesitas, resistensi insulin, peradangan, dan banyak masalah kesehatan lain.

2. Lemak tidak sehat

Tiga jenis lemak yang tidak sehat dan dapat berkontribusi pada kelebihan lemak perut adalah lemak trans, lemak jenuh, serta lemak omega-6.

Di luar dari masalah perut, lemak-lemak ini juga dapat menjadi masalah bagi kesehatan secara keseluruhan, terutama lemak trans.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X