Kompas.com - 25/07/2021, 10:42 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com – Bergantung pada pasangan itu wajar. Pasalnya, kita membutuhkan pasangan untuk mendukung kita serta memberi dan menerima kasih sayang.

Namun, bergantung pada pasangan secara berlebihan bisa menjadi masalah. Hubungan asmara kita tidak akan sehat.

Untuk mengetahui apakah kita terlalu bergantung pada pasangan atau tidak, berikut ciri-ciri dan beberapa tips untuk memperbaikinya.

Selalu ingin si dia ada di samping kita

Jika kamu tidak bisa melakukan apa-apa tanpa dia di sampingmu, itu pertanda kamu terlalu bergantung.

Misalnya saat pergi ke toko, kita selalu minta dia menemani, atau kita tidak pergi hang out bersama teman-teman kita hanya karena dia tidak bisa datang.

Kita bahkan tidak jadi pergi atau membatalkan acara jika pasangan tidak bisa menemani. Ini bisa membuat kita atau pasangan terkungkung dan kurang pergaulan.

Ini tidak baik, meski berpasangan, kita dan si dia tetap membutuhkan waktu sendiri dan menikmati hidup masing-masing.

Kita selalu menghubungi dia

Bila kita bawel dan selalu berharap agar pasangan membalas pesan dengan cepat, maka itu juga pertanda ketergantungan.

Mulai dari pertanyaan sepele seperti pilihan menu makan malam hingga meminta agar dia memastikan cucian aman, kita tetap mengiriminya pesan.

Ingat, tidak ada yang punya waktu untuk memeriksa ponsel mereka sepanjang hari. Pasangan kita memiliki pekerjaan, dan mengecek ponsel untuk menjawab semua pesan hanya akan membuatnya tidak berkonsentrasi.

Baca juga: Minta Pasangan Rutin Memberi Kabar, Posesif atau Bukan?

Cemburu pada semua orang

Jika ada seseorang yang menginginkan perhatian dari pasangan, kita cemburu. Kita juga selalu menginginkan perhatian pasangan, namun saat dia tidak memberikannya, kita panik.

Kecemburuan seperti ini tidak rasional dan menyakitkan. Kita akan terlihat tidak mempercayai dia.

Selalu meminta validasi

Jika pasangan tidak menyadari warna kuku baru kita, kita kecewa. Lalu, jika dia tidak berkomentar saat kita mengecat dinding kamar, kita berpikir kalau pekerjaan kita buruk.

Bila kita ingin dia selalu mevalidasi semua yang kita lakukan, tandanya kita kurang menghargai diri sendiri. Perilaku ini harus diubah.

Baca juga: Waspada, Inilah 5 Tanda Kekasih yang Posesif

Meminta dia untuk berubah

Dia memang memiliki kebiasaan buruk, dan kita menyadarinya. Masalahnya, kita berharap kita dapat mengubahnya dan dia akan rela berubah demi kita.

Manusia memang bisa berubah. Mereka bisa berhenti merokok, berhenti menggigiti kuku, atau hidup lebih sehat.

Namun, orang berubah saat mereka siap, bukan karena harapan seseorang. Jadi, jangan berharap kalau dia akan rela berubah demi kita, ya.

Merubah diri demi dia

Aakah jika pasangan mengatakan dia tidak suka pada hobimu, kamu akan segera mencari hobi yang lain?

Lalu, saat dia mengatakan tidak menyukai penampilan kita, apakah kita langsung membeli pakaian yang dia sukai?

Jangan lakukan ini. Mengubah diri dan perilaku tidak akan menolong kita dalam jangka panjang. Lama kelamaan, kita tidak mampu bertahan dengan permintaannya untuk berubah.

Baca juga: Sikap Posesif yang Berpotensi Merusak Hubungan

Mengintip barang-barangnya tanpa izin

Saat ponsel pasangan tergeletak tak terkunci di sofa, kita tidak bisa menahan diri untuk membaca isi pesannya. Kita juga rela menggeledah seluruh saku pakaiannya.

Ada ekspetasi yang timbul bahwa kita akan menemukan suatu bukti bahwa dia melanggar komitmennya pada kita.

Jangan begini. Lebih baik, percayalah padanya.

Kita terlalu terburu-buru

Kita terlalu terburu-buru. Bahkan, kita mengajaknya menikah saat baru berpacaran beberapa hari. Kesalahan besar!

Jika tanda-tanda di atas ada pada kita, akan sulit untuk melepaskan sifat ini. Kendati demikian, kita bisa mengurangi rasa ketergantungan dengan berusaha lebih percaya diri.

Mulailah dari diri sendiri. Jika kita memiliki self-esteem yang rendah, cobalah konseling. Fokuslah pada apa yang kita sukai dan hadapi hal yang tidak kita sukai. Tidak usah pedulikan orang lain dan fokus pada apa yang kita pikirkan.

Lalu, habiskan waktu sendirian. Membaca, berjalan-jalan, atau makanlah sendirian di sebuah restoran.

Pikirkan tentang bayangan diri kita lima tahun ke depan dan cari apa yang kita perlukan agar cita-cita itu tercapai.

Bayangkan kita adalah orang dalam impian kita, bahagia dan puas dengan siapa dirinya. Ingatlah bahwa terlepas kita memiliki pasangan atau tidak, orang itu tetap ada dalam diri kita.

Baca juga: 7 Tips Jitu Menghadapi Pasangan yang Selalu Berpikir Negatif

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Bolde


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.