Kompas.com - 26/07/2021, 15:24 WIB
Ilustrasi infeksi sinusitis. Kondisi ini memiliki sejumlah gejala yang mirip Covid-19. SHUTTERSTOCKIlustrasi infeksi sinusitis. Kondisi ini memiliki sejumlah gejala yang mirip Covid-19.

Di antara pasien tersebut, sebanyak 175 orang atau 65 persennya melaporkan pulih ke kondisi kesehatan sebelumnya sekitar tujuh hari setelah terkonfirmasi positif Covid-19.

Namun, beberapa gejala seperti batuk dan kehilangan penciuman atau perasa mungkin bertahan sementara setelah Covid-19.

Namun, penyebab indera penciuman hilang bukan hanya akibat Covid-19. Ulasan lengkapnya ada pada tautan berikut. Baca juga: 8 Penyebab Indra Penciuman Hilang, Selain Covid-19

Beberapa orang mungkin mengalami long covid, sekelompok gejala yang bertahan selama berminggu-minggu dan berbulan-bulan setelah infeksi.

 

Tingkat keparahan gejala

Sebagian besar infeksi sinus hilang dengan sendirinya tanpa gejala atau komplikasi yang parah. Jika infeksi sinus disebabkan oleh bakteri, kita mungkin memerlukan antibiotik.

Sedangkan Covid-19, banyak kasus berada pada tingkat keparahan ringan atau sedang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, 20 persen orang dengan Covid-19 memiliki penyakit parah atau kritis. Adapun orang tua dan individu yang memiliki kondisi kesehatan tertentu memiliki risiko lebih tinggi mengalami Covid-19 parah.

Hal yang harus dilakukan

Jika menemukan gejala Covid-19 atau infeksi sinus, yang perlu kita lakukan antara lain:

Kondisi ini biasanya akan hilang dengan sendirinya dan dapat diobati di rumah. Meskipun, dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi sinus dapat menyebar ke luar rongga sinus dan menyebabkan gejala yang bertahan lama.

Temui dokter jika mengalami sakit kepala parah atau gejala hidung seperti pilek atau hidung tersumbat selama beberapa minggu atau lebih.

  • Covid-19

Jika menemukan gejala COVID-19, segera lakukan tes Covid-19. Ini adalah satu-satunya cara untuk memastikan bahwa gejala yang kita alami disebabkan oleh Covid-19 dan bukan penyakit lain.

Hubungi dokter atau tenaga medis terdekat untuk melakukan tes. Hasil tes dapat keluar pada waktu yang berbeda-beda. Jadi, setelah melakukan tes, pastikan menanyakan pada petugas yang melayani tentang kapan hasil tes dapat diambil.

Selama menunggu hasil tes, lakukan isolasi mandiri untuk mencegah penyebaran SARS-CoV-2 ke orang lain.

Baca juga: Jangan Sembarangan Tes Swab Antigen Covid-19 Sendiri, Kenali Bahayanya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.